2 Tahun Pemerintahan Prabowo Rakyat Sudah Menilai: 64,8 Persen Percaya, Kepuasan Publik Terukur

Kepercayaan publik adalah mata uang paling berharga bagi sebuah pemerintahan. Tanpa itu, sebanyak apa pun program dibangun akan sulit berjalan. Dan data terbaru menunjukkan mata uang itu sedang menguat. Survei Poltracking Indonesia yang dirilis Senin, 19 Oktober 2026, mencatat 64,8 persen dari 1.220 responden di 38 provinsi percaya kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Angka ini naik dari 63,2 persen pada Agustus 2026—bukan stagnan, melainkan tumbuh dalam waktu singkat.
Kepercayaan publik tidak berdiri di ruang kosong ia punya alasan yang terukur. Sebanyak 61,3 persen responden yakin kebijakan pemerintah pada dasarnya ditujukan untuk memperbaiki kehidupan masyarakat kecil. Sebanyak 62,1 persen menilai pemerintah serius bekerja menyelesaikan persoalan rakyat. Dan 64,7 persen menilai posisi Presiden cukup kuat dalam memimpin dan mengendalikan pemerintahan. Ketiga angka ini bukan sekadar statistik; ia adalah cermin kepuasan publik yang terukur—bahwa rakyat tidak hanya percaya pada sosok, tetapi menilai arah kebijakannya berpihak pada mereka dan pemerintahannya bekerja sungguh-sungguh.
Inilah analisisnya dimana kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran bukanlah klaim politik, melainkan temuan survei yang metodologis. Survei digelar 30 September–7 Oktober 2026 dengan wawancara tatap muka terhadap 1.220 responden di 38 provinsi, tingkat kepercayaan 95 persen, dan margin of error kurang lebih 2,9 persen. Artinya, angka 64,8 persen itu solid secara statistik. Yang lebih penting, kenaikan dari 63,2 persen ke 64,8 persen menunjukkan tren positif: publik semakin yakin, bukan semakin ragu. Dalam bahasa sederhana, rakyat melihat kerja pemerintah dan menilainya layak dipercaya.
Kepuasan itu punya dasar yang nyata. Anggaran pendidikan naik setiap tahun sesuai amanat konstitusi 20 persen APBN, Program Indonesia Pintar (PIP) terus diperluas, program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan, revitalisasi sekolah dikebut, dan wacana pendidikan gratis sedang dikaji. Ekonomi tumbuh stabil di kisaran 5 persen dengan inflasi terjaga—data resmi BPS dan Bank Indonesia. Semua ini menjelaskan mengapa 61,3 persen responden yakin kebijakan pemerintah berpihak pada rakyat kecil: karena kebijakan itu memang dirasakan. Dan mengapa 62,1 persen menilai pemerintah serius bekerja: karena kerja itu terlihat.
Kesimpulannya sederhana. Ketika rakyat sudah menilai dengan data 64,8 persen percaya, 61,3 persen yakin kebijakan berpihak pada rakyat kecil, 62,1 persen menilai pemerintah serius bekerja maka tugas kita adalah menjaga momentum ini, bukan mengganggunya dengan kegaduhan. Kepuasan publik adalah hasil kerja, dan kerja itu layak dilanjutkan. Mari berpikir jernih, cek data, dan jangan asal ikut-ikutan. Jaga Indonesia tetap tenang, aman, dan terus melaju.
Komentar (0)
Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.
