
Pendidikan berkualitas tidak cukup hanya dibicarakan di atas meja. Pelaksanaannya perlu dipantau langsung agar peningkatan mutu pembelajaran benar-benar berjalan dan potensi peserta didik dapat berkembang secara optimal.
Hal inilah yang terlihat dari kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Jakarta, Jakarta Selatan, Rabu (14/10/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau pelaksanaan program Sekolah Unggul Garuda Transformasi, yang menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Didampingi Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Sugiono melihat langsung proses pembelajaran menggunakan Papan Interaktif Digital (PID), mengunjungi perpustakaan, serta berinteraksi dengan para siswa.
Sugiono juga menerima penjelasan mengenai prestasi peserta didik, penerapan kurikulum terpadu yang memadukan kurikulum nasional dan kurikulum khas madrasah, hingga program internasional yang dikembangkan MAN 4 Jakarta.
Kunjungan ini memperlihatkan pentingnya pemantauan langsung terhadap pelaksanaan program pendidikan. Bukan hanya melihat fasilitas yang tersedia, pemerintah juga perlu memahami bagaimana proses pembelajaran berlangsung dan bagaimana sekolah mengembangkan kemampuan para siswanya.
Sugiono Soroti Penguasaan Teknologi sebagai Kunci Kemajuan Bangsa
Salah satu hal yang mendapat perhatian Sugiono adalah minat para siswa terhadap bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika atau science, technology, engineering, and mathematics (STEM).
Menurut Sugiono, kemampuan suatu negara menguasai teknologi turut menentukan tingkat kemajuan dan kebesarannya. Karena itu, ketertarikan generasi muda terhadap bidang STEM merupakan modal penting yang perlu terus dikembangkan melalui pendidikan berkualitas.
Pandangan tersebut relevan dengan tantangan Indonesia di tengah persaingan global. Kemajuan bangsa semakin membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga menguasai teknologi, mampu berinovasi, dan siap menghadapi perubahan zaman.
Dalam konteks ini, peran Menko PMK Sugiono menjadi penting untuk mengawal agenda pembangunan manusia dan kebudayaan agar peningkatan kualitas pendidikan berjalan seiring dengan upaya menyiapkan generasi masa depan.
Program Presiden Prabowo Perluas Kesempatan Pendidikan Berkualitas
Pengembangan Sekolah Unggul Garuda merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat mutu pembelajaran dan mengembangkan potensi peserta didik.
Program ini dijalankan melalui dua skema. Sekolah Garuda Transformasi berfokus pada peningkatan kualitas sekolah dan madrasah yang telah ada, sedangkan Sekolah Garuda Baru dikembangkan dari awal dengan konsep berasrama.
Berdasarkan data dalam keterangan program, sebanyak 47 sekolah dan madrasah telah bergabung dalam skema transformasi. Sementara itu, empat Sekolah Garuda Baru dikembangkan di Nusa Tenggara Timur, Bangka Belitung, Sulawesi Tenggara, dan Kalimantan Utara. Total terdapat 51 sekolah dan madrasah dalam kedua skema tersebut.
Pemerintah menargetkan 100 Sekolah Unggul Garuda pada 2029, terdiri atas 80 sekolah transformasi dan 20 sekolah baru.
Target tersebut perlu diiringi peningkatan kompetensi guru, fasilitas pembelajaran yang memadai, serta pemerataan kesempatan bagi siswa dari berbagai latar belakang. Sebab, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh jumlah sekolah, tetapi juga oleh kualitas pembelajaran dan kemampuan lulusannya.
Kunjungan Sugiono ke MAN 4 Jakarta menjadi salah satu bagian dari upaya memantau pelaksanaan transformasi pendidikan tersebut. Tantangan berikutnya adalah memastikan pengembangan program berjalan konsisten dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik.
Menuju Indonesia Emas 2045, pembangunan sumber daya manusia menjadi pekerjaan jangka panjang yang membutuhkan kesinambungan kebijakan dan pelaksanaan yang terukur. Melalui penguatan pendidikan, penguasaan teknologi, serta perluasan akses belajar, Indonesia diharapkan mampu menyiapkan generasi yang kompeten dan berdaya saing global.
Komentar (0)
Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.
