Rapimnas Kadin di Hambalang: Presiden Prabowo Siapkan Pemimpin dan Penggerak Ekonomi Masa Depan

2 Nov 202660Foto Reza HermawanReza Hermawan
890366 cropped

Pertemuan di Hambalang pada Sabtu, 31 Oktober 2026, memperlihatkan bahwa Presiden Prabowo tidak hanya berfokus pada pembangunan ekonomi hari ini, tetapi juga memikirkan siapa yang akan melanjutkan pembangunan Indonesia di masa depan.

Presiden menerima sekitar 400 peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) Batch 1 Tahun Anggaran 2026 dan 250 anggota Kadin dari seluruh Indonesia. Pertemuan ini menjadi ruang komunikasi langsung antara pemerintah, calon pemimpin masa depan, dan pelaku usaha nasional.

Salah satu hal penting yang dilaporkan Ketua Umum Kadin, Anindya Bakrie, adalah capaian investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mencapai hampir Rp2.000 triliun dalam dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo.

Angka tersebut menjadi sinyal positif bahwa pelaku usaha dalam negeri memiliki keyakinan terhadap prospek ekonomi Indonesia. Investasi domestik juga memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi, terutama ketika dunia menghadapi ketidakpastian global.

Bagi Presiden Prabowo, capaian investasi ini harus menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh. Investasi tidak cukup hanya menghasilkan angka pertumbuhan, tetapi harus mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri nasional, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Perhatian terhadap pembangunan sumber daya manusia merupakan bagian penting dari visi Indonesia maju.

Program P3MDI dirancang untuk menyiapkan calon pemimpin yang memiliki karakter, integritas, kompetensi, dan kemampuan mengambil tanggung jawab. Dalam pandangan Presiden, kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekayaan alam atau besarnya investasi, tetapi juga oleh kualitas manusia yang mengelola negara.

Apresiasi dari kalangan dunia usaha, termasuk anggota Kadin James Riady, menunjukkan bahwa pembangunan manusia dipandang sebagai fondasi penting bagi kemajuan Indonesia. P3MDI juga membuka ruang bagi generasi muda untuk berkembang melalui proses seleksi dan pembinaan yang terarah.

Kegiatan itu pun membahas komitmen dunia usaha dalam mendukung pengembangan industri strategis, seperti kendaraan listrik, energi baru dan terbarukan, serta pusat data. Sektor-sektor tersebut memiliki potensi besar untuk meningkatkan penggunaan komponen lokal, memperluas kapasitas industri nasional, dan menciptakan peluang kerja berkualitas.

Inilah pentingnya kemitraan pemerintah dan Kadin. Pemerintah memberikan arah kebijakan dan menciptakan iklim usaha yang kondusif, sementara dunia usaha menghadirkan investasi, inovasi, dan aktivitas ekonomi yang produktif.

Sinergi ini perlu terus diperkuat agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produk global, tetapi juga menjadi pusat produksi dan inovasi yang memiliki daya saing internasional.

Taklimat Presiden Prabowo kepada peserta P3MDI dan Kadin membawa pesan bahwa pembangunan nasional membutuhkan dua kekuatan yang berjalan beriringan, yaitu pemimpin yang berkualitas dan dunia usaha yang produktif. Pembangunan manusia memberikan fondasi bagi kepemimpinan yang berintegritas, sementara investasi dan industrialisasi menciptakan kesempatan ekonomi bagi masyarakat.

Dengan kata lain, dari Hambalang, Presiden Prabowo menunjukkan bahwa Indonesia maju perlu dibangun dengan rencana matang dan terukur, melalui investasi pada manusia, penguatan dunia usaha, dan kerja bersama untuk mewujudkan kemandirian nasional. Jika sinergi ini dijalankan secara konsisten, Indonesia memiliki peluang semakin besar untuk menjadi negara yang kuat secara ekonomi, unggul dalam sumber daya manusia, dan dihormati di tingkat dunia.

Komentar (0)

Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.

Masuk atau daftar untuk bergabung dalam diskusi. Kami melindungi akun Anda dengan keamanan berlapis.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.