Investasi Domestik Hampir Rp2.000 Triliun, Era Presiden Prabowo Buka Optimisme Baru bagi Pengusaha Indonesia

1 Nov 20260Foto MonskyMonsky
Penyampaian taklimat tersebut menjadi kesempatan bagi Kepala Negara untuk menyampaikan arahan sekaligus mendengarkan laporan dunia usaha mengenai perkembangan investasi dan kontribusi sektor swasta dalam mendukung pembangunan nasional.
Penyampaian taklimat tersebut menjadi kesempatan bagi Kepala Negara untuk menyampaikan arahan sekaligus mendengarkan laporan dunia usaha mengenai perkembangan investasi dan kontribusi sektor swasta dalam mendukung pembangunan nasional.

Kekuatan ekonomi sebuah negara tidak hanya diukur dari seberapa besar anggaran pemerintah, tetapi juga dari kemampuan dunia usaha untuk bergerak, berinvestasi, membuka lapangan kerja, dan menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, meningkatnya kontribusi investasi dalam negeri menjadi salah satu perkembangan yang patut diperhatikan. Dalam dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dilaporkan mencapai hampir Rp2.000 triliun.

Capaian tersebut disampaikan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, saat menyampaikan laporan dalam pertemuan Presiden Prabowo bersama peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang, Kabupaten Bogor, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Bagi dunia usaha, besarnya investasi domestik bukan sekadar angka. Di dalamnya terdapat peran pengusaha nasional, termasuk pelaku usaha kelas menengah yang selama ini menjadi bagian penting dalam menggerakkan perekonomian.

Anindya menilai keterlibatan pengusaha domestik dapat memperkuat daya tahan ekonomi Indonesia ketika menghadapi berbagai tekanan dari luar negeri. Artinya, kekuatan ekonomi nasional tidak boleh hanya bergantung pada kondisi pasar global, tetapi juga harus ditopang oleh kemampuan pelaku usaha di dalam negeri.

Hal ini sejalan dengan pentingnya membangun ekonomi yang memberikan ruang lebih luas bagi pengusaha lokal untuk berkembang. Pengusaha daerah, pelaku usaha menengah, hingga perusahaan nasional perlu memiliki kesempatan untuk tumbuh, memperluas usaha, dan meningkatkan kapasitas produksinya.

Presiden Prabowo juga memiliki ruang besar untuk mendorong terciptanya iklim pembangunan yang mendukung dunia usaha. Sebab, pemerintah tidak mungkin menjadi satu-satunya penggerak perekonomian. Sektor swasta harus mendapatkan kesempatan untuk mengambil bagian lebih besar dalam menciptakan pertumbuhan dan kesejahteraan.

Anindya mengungkapkan bahwa sekitar Rp4.000 triliun dari total Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp25.000 triliun berasal dari APBN, sementara sebagian besar aktivitas ekonomi lainnya berada di ruang kontribusi dunia usaha.

Pandangan tersebut memperlihatkan betapa pentingnya kemitraan pemerintah dan sektor swasta. Ketika keduanya mampu bergerak searah, peluang untuk memperluas kegiatan ekonomi dan melahirkan pengusaha baru akan semakin terbuka.

Lebih jauh, perhatian dunia usaha juga mulai diarahkan pada industri masa depan. Kendaraan listrik, energi terbarukan, dan pusat data menjadi sejumlah sektor yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan dengan melibatkan komponen lokal.

Ini merupakan peluang penting bagi Indonesia. Jangan sampai perkembangan teknologi hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar, sementara proses produksi, penguasaan teknologi, dan penciptaan nilai tambah justru lebih banyak dinikmati negara lain.

Karena itu, pengembangan industri masa depan perlu disertai peningkatan kemampuan industri nasional, keterlibatan pemasok lokal, serta kesempatan bagi pengusaha Indonesia untuk naik kelas.

Optimisme tersebut juga tercermin dari pandangan Anindya yang menyebut Indonesia tetap memiliki ketahanan ekonomi di tengah berbagai gejolak global. Ia mengutip penilaian IMF yang sebelumnya menyebut Indonesia sebagai salah satu titik terang perekonomian dunia atau bright spot.

Tentu, optimisme harus terus diikuti dengan kerja nyata. Investasi perlu memberikan manfaat yang semakin luas, kesempatan usaha harus terbuka, dan pertumbuhan ekonomi harus mampu dirasakan masyarakat hingga daerah.

Di sinilah tantangan sekaligus peluang pembangunan pada masa pemerintahan Presiden Prabowo. Memperkuat investasi domestik bukan hanya tentang meningkatkan angka ekonomi, tetapi juga membangun kemandirian industri dan memperbesar kemampuan bangsa dalam mengelola potensi sendiri.

Indonesia memiliki kesempatan untuk melangkah lebih jauh. Dengan dunia usaha yang semakin kuat, pengusaha daerah yang terus berkembang, dan industri nasional yang semakin kompetitif, cita-cita membawa Indonesia menjadi negara maju dan diperhitungkan dunia memiliki fondasi ekonomi yang semakin luas.

Sebab, ekonomi yang kuat bukan hanya dibangun oleh pemerintah, melainkan oleh seluruh anak bangsa yang diberi kesempatan untuk tumbuh dan berkontribusi.

Komentar (0)

Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.

Masuk atau daftar untuk bergabung dalam diskusi. Kami melindungi akun Anda dengan keamanan berlapis.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.