Connect with us

News

Opini : SBY-Prabowo Siap Lancarkan “Serangan Oemoem”

Asyari Usman Penulis adalah wartawan senior

Dulu, semasa Indonesia baru merdeka, Sri Sultan Hamengkubuwono IX merencanakan gempuran terhadap Belanda di kawasan Jogjakarta. Waktu itu, inisiatif militer ini disebut “Serangan Oemoem” (Serangan Umum). Dilancarkan pada 1 Maret 1949. Gagasan Sri Sultan itu dieksekusi oleh Gubernur Militer Jawa Tengah, Kolonel Bambang Soegeng. Letnan Kolonel Soeharto ikut dalam mengatur gerakan militer di lapangan.

Serangam Oemoem itu disebut sebagai salah satu tonggak penting perjuangan kemerdekaan RI. Perjuangan yang sangat menentukan perjalanan bangsa Indonesia dalam meneguhkan kemerdekaan 1945. Alhamdulillah, kemerdekan menjadi berdiri tegak. Rakyat terbebaskan dari belenggu penjajah.

Tak lama lagi, kita akan menyaksikan kembali repetisi Serangan Umum. Kali ini, Indonesia akan dibebaskan dari penjajahan ekonomi domestik dan asing. Kedaulatan negara akan di segala bidang akan direbut kembali.

Serangan Umum itu akan dilancarkan mulai awal Januari 2019. Dua panglima tangguh akan berduet dalam serangan ini, Prabowo Subianto (PS) dan SBY.

Alhamdulillah, Pak SBY sekarang yakin bahwa Prabowo Subianto (PS) akan menang dalam pilpres 2019. Mantan presiden dua periode itu berjanji akan mendampingi Prabowo dalam kampanye mulai Januari hingga akhir Maret.

Tempohari ada kesan bahwa Pak SBY meragukan kemampuan PS untuk mengalahkan Jokowi. Sekarang, tidak lagi. Hari Jumat kemarin dia mengundang PS untuk membicarakan berbagai hal, terutama strategi kampanye.

SBY, kata para wartawan, terlihat senang. Banyak senyumnya. Tampak jelas keraguan itu telah hilang. Sebaliknya, kesiapan tempur tampak datang menjelang.

Disebutkan, SBY akan menjadi mentor kampanye PS. Kira-kira maksudnya akan menjadi ‘guru’ kampanye. Tentu tidak masalah. Wajar juga kalau mau disebut begitu. Soalnya beliau bisa menang dua kali pilpres dengan persentase besar.

SBY dan PS adalah ‘dua jenderal legendaris’, meminjam istilah Dahnil Anzar Simanjuntak (ketua tim jurkam 02). Maksudnya, kedua jenderal itu sama-sama punya penglihatan yang tajam. Cuma, Pak PS memetakan situasi dengan pandangan 4-D alias ‘four dimension vision’.

Penglihatan 4-D itu adalah penyempurnaan dari penglihatan 3-D. Penglihatan 3-D mencakup dimensi ‘panjang’ (length), ‘lebar’ (width), dan ‘kedalaman’ (depth).

Pak PS menambahnya satu lagi: yaitu dimensi ‘waktu’ (time). Dimensi ke-4 ini sangat krusial. Sebab, kehancuran ekonomi-sosial-politik Indonesia di bawah pemerintahan Jokowi hari ini perlu diperbaiki dengan ‘time frame’ yang jelas tetapi ketat.

No time to waste. Tak bisa buang-buang waktu. Jadi, kita di sini banyak bicara soal ‘waktu’. Waktu yang mendesak, waktu yang harus dihemat, waktu yang tak banyak tersedia, dlsb.

Dimensi ‘waktu’ pada waktu itu termasuklah ‘tak ada waktu untuk negosiasi yang berbelit-belit’ soal mitra koalisi. Dimensi ‘waktu’ juga bermakna ‘the right man in the right time’. Yaitu, sangat diperlukan terobosan ‘sekarang juga’ (dimensi waktu) oleh seseorang yang memiliki ‘kepribadian mutakhir’ (dimensi waktu) dan ‘gagasan mutakhir’ (dimensi waktu).

Nah, ‘the right man in the right time’ dalam konteks rekonstruksi perekonomian Indonesia nantinya adalah Sandi Uno. Begitulah kesimpulan Pak PS. Dan, di seputar gonjang-ganjing soal figur cawapres menjelang pengajuan paslon ke KPU waktu itu, Prabowo tak punya banyak waktu (lagi-lagi dimensi waktu).

Sekarang, semua orang merasa lega. Semuanya klop. Pak SBY tidak lagi menjadi ‘missing link’ dalam mata-rantai koalisi politikn 02. Pak SBY hadir secara penuh dan akan turun langsung ke medan tempur pilpres untuk memastikan kemenangan paslon 02.

Hari ini, mata-rantai koalisi menjadi lengkap. The fighter jets are ready to take off. Skuadron tempur sedang dalam posisi ‘final inspection’. Medan perang telah dipetakan. Kubu-kubu pertahanan lawan di Jawa Tengah dan Jawa Timur akan digempur habis di bawah komando ‘duo legend generals’, SBY dan PS.

Dengan bantuan ‘pemberontakan massal’ di akar rumput, diperkirakan gempuran total selama tiga bulan (Januari, Februari, Maret 2019) insyaAllah akan mampu melumpuhkan petahana. Mereka akan diberi waktu untuk menyerahkan diri sampai batas akhir 17 April 2019.

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Nasional

Prabowo Unggah Foto dan Doa untuk Putra Tunggalnya

Prabowo Unggah Foto dan Doa untuk Putra Tunggalnya

 

“Mabruuk alfa mabruuk ‘alaika mabruuk Mabruuk alfa mabruuk yaaum-miiladik mabruuk mas Didit”

Jakarta – Putra tunggal calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, Ragowo Hediprasetyo atau Didit Prabowo, berulang tahun yang ke-35, Jumat (22/3). Prabowo pun memberi ucapan selamat kepada putra semata wayangnya itu.

Prabowo memberi ucapan kepada Didit melalui akun Instagramnya, @prabowo. Menggunakan Instagram fitur Story, Prabowo mengunggah foto barengnya bersama sang anak.

“Tepat 35 tahun yang lalu kami dikaruniai seorang putra. Semoga selalu berbakti dan selalu dalam lindunganNya,” tulis Prabowo sebagai ucapan dan doanya untuk Didit.

Foto tersebut diunggah, Kamis (22/3), kurang lebih pukul 22.00 WIB oleh Prabowo. Ketua Umum Partai Gerindra ini tidak me-mention akun siapapun dalam unggahannya.

Didit berprofesi sebagai perancang busana kenamaan dunia. Didit diketahui tinggal di Paris, Prancis.

Cucu Presiden ke-2 RI Soeharto ini juga diketahui tumbuh besar di Boston, Amerika Serikat. Tak hanya terkenal sebagai perancang busana, Didit juga dikenal sebagai salah satu perancang interior mobil BMW Individual Series 7.

Continue Reading

Nasional

BPN Keberatan Metro TV ikut Sebagai Salah Satu Penyelenggara Debat ke 4

Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Badan Pemenangan Nasional BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno keberatan Metro TV jadi salah satu stasiun televisi yang menyelenggarakan debat keempat Pemilihan Presiden 2019 pada 30 Maret mendatang.

Keberatan terkait dengan pemberitaan Metro TV yang dinilai tidak berimbang.

Juru Bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan keberatan tersebut telah disampaikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Kami secara resmi kemarin sudah menyampaikan surat keberatan Metro TV ikut sebagai salah satu penyelenggara debat,” ujar Dahnil setelah menghadiri acara diskusi di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (21/3)

Dahnil mengatakan pemberitaan pasangan calon capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin terlalu mendominasi di siaran Metro TV.

Sementara itu, pemberitaan untuk Prabowo-Sandi sangat sedikit atau cenderung yang berkaitan dengan hal negatif.

“Oleh sebab itu, kami meminta kepada KPU untuk menarik Metro TV sebagai penyelenggara debat karena Metro tidak seimbang melakukan pemberitaan 01 dan 02,” ujar dia.

Metro TV adalah stasiun televisi swasta milik Surya Paloh yang juga Ketua Umum Partai Nasdem. Partai Nasdem di Pilpres 2019 adalah salah satu pengusung Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019.

Sementara itu Pemimpin Redaksi Metro TV Don Bosco Selamun mengatakan keputusan untuk menyelenggarakan debat Pilpres adalah ranah KPU. Karena itu Metro TV bersama stasiun televisi lain dalam Grup Emtek (SCTV dan Indosiar) selaku stasiun televisi yang ditunjuk untuk menyiapkannya.

“Kami sudah menyiapkan begitu banyak hal, jadi kami jalan,” kata Don Bosco.

Soal tudingan tak berimbang, Don Bosco menilai tak ada kaitannya dengan penyelenggaraan debat mendatang. Pasalnya tidak ada perspektif editorial yang akan masuk dalam debat nanti.

“Semua sudah ditentukan A sampai Z-nya. Aturan main sudah ditentukan, pertanyaan sudah ditentukan, lalu durasi sudah ditentukan, lalu apa yang buat teman-teman di sana (BPN) keberatan,” katanya.

Don Bosco menambahkan, kubu BPN sudah lama bicara soal boikot Metro TV. Namun meski begitu, Metro TV berusaha memberi ruang pada dua kubu.

“Kami meminta terus menerus narasumber dari BPN untuk hadir di Metro TV. Surat, whatsapp, telepon itu banyak ke teman-teman di BPN, tetapi tidak dilayani,” ujarnya.

Diketahui, debat capres keempat ini akan disiarkan oleh Metro TV, SCTV, dan Indosiar pada 30 Maret 2019. Tema debat yang akan diangkat adalah ideologi, pemerintahan, keamanan, dan hubungan internasional.

 

Continue Reading

Nasional

Mengenai Masa Tenang Pemilu 2019, Kominfo Panggil Twitter dan Google

Kementerian Komunikasi dan Informatika berencana memanggil sembilan penyedia platform media sosial jelang masa tenang pemilihan umum legislatif dan presiden serta wakil presiden atau pileg dan pilpres 2019.

Dari kesembilan platform itu di antaranya Facebook, Twitter, Google, dan BlackBerry Messenger.

“Kalau platform yang lain terkait dengan pilpres. Kami akan secepatnya memanggil mereka semua,” kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan, di Gedung Kominfo, Rabu, 20 Maret 2019.

Ia menjelaskan pemanggilan tersebut untuk mengusahakan keadaan kondisi di setiap platform, termasuk saat masa tenang pemilu.

Salah satu pokok bahasannya adalah saat masa tenang di dunia nyata, bagaimana dengan media sosial.

Di ranah publik sudah tersedia aturan mengenai masa tenang pemilu, di mana tidak boleh lagi terselenggara kampanye akbar.

“Media sosial juga harus begitu. Nanti ada diskusi dengan Komisi Pemilihan Umum,” jelas Semuel. Masa tenang jelang pemilu diselenggarakan pada 13 hingga 16 April 2019

Continue Reading

Top Access