Connect with us

Politik

Alumni SMU 60 Bantah Dukung Jokowi

KABARMERPATI.com, Jakarta — Alumni SMU 60 Bhinneka Putra Linanta angkat bicara menanggapi beredarnya banner dan spanduk yang menyatakan dukungan ke Capres 01 yang banyak terlihat di wilayah Kemang Jakarta.

“Saya sudah menghubungi Bang Yulizar Ketua Forum Komunikasi Alumni SMU 60 (FOKAL 60). Beliau bilang itu tidak benar. Sangat disayangkan melakukan kegiatan kampanye di dalam sekolah dan membawa nama besar Alumni SMU 60”Kata Bhinneka menyayangkan oknum yang membawa-bawa alumni dalam menyatakan dukungan ke Jokowi.

Diketahui bahwa terdapat foto-foto kegiatan kampanye di dalam lingkungan sekolah yang dilakukan oleh 4 orang Alumni SMU 60. Informasi yang kami dapat Kepala Sekolah SMU 60 terkait hal ini juga sudah mendapatkan teguran dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

“Saya menghormati pandangan politik senior saya, tapi tolong jangan mengklaim atau mengatasnamakan SMU 60 dong. Silahkan saja jika itu sikap politik pribadi. Kalau cuma mengklaim saya juga bisa, saya Alumni SMU 60 angkatan 2007, saya bisa pastikan 12 angkatan (2007 – 2018) siap mendukung Capres 02. Coba bandingkan 4 orang dengan 11 angkatan?? Banyak mana?”terangnya

Saat dikonformasi Bhinneka akan segera bertemu dengan Yulizar selaku Ketua FOKAL 60 untuk membicarakan terkait 4 Alumni 60 yang berkampanye di dalam lingkungan sekolah tersebut.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menegaskan lembaga pendidikan tidak boleh dijadikan tempat berkampanye. Hal tersebut sesuai dengan aturan yang ada pada Pasal 280 ayat 1 huruf h Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 23 Tahun 2018 tentang Kampanye.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Politik

Dapat Baju dari Prabowo, Ini Harapan Rahmat untuk Indonesia

Subang – Seorang pria paruh baya bernama Rahmat Hidayat mengaku senang bukan kepalang lantaran mendapatkan baju yang dikenakan langsung oleh Calon Presiden nomer urut 02, Prabowo Subianto.

Baju tersebut didapat Rahmat yang merupakan warga asli Subang itu saat dirinya berniat mengejar Prabowo usai meninggalkan GOR Gotong Royong, Kabupaten Subang setelah menghadiri kegiatan Silahturahmi dengan masyarakat Kabupaten Subang.

“Saya tadi niat ngejar bapak prabowo, terus waktu saya liat bapak prabowo mau ngeluarin bajunya saya lari ke belakangnya dan berebutan, alhamdulillah dapet,” ungkap Rahmat dibawah guyuran hujan saat menceritakan dirinya mendapatkan baju dari Prabowo di area GOR Gotong Royong, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (6/2/2019).

Lebih jauh, Pria yang tinggal di Tanjung Siang, Subang Selatan, Kabupaten Subang ini berharap ketika memenangkan Pilpres 2019 ini, Prabowo Subianto dapat menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat kelas menengah kebawah yang selama ini selalu merasakan sulitnya hidup di Indonesia.

“Harapannya ketika bapak prabowo jadi presiden bisa membawa kebaikan dan kesejahteraan buat kita rakyat kecil dan seluruh rakyat Indonesia,” harapnya.

Rahmat mengungkapkan, bahwa baju milik Prabowo Subianto itu akan ia simpan sampai penghujung hayatnya. Bahkan sambil berkelakar ia akan menjadikan baju milik Capres yang berpasangan dengan Sandiaga Salahuddin Uno itu sebagai jimat keberuntungan dan sebagai simbol kemenangan rakyat Indonesia.

“Bajunya saya mau jadiin kenang-kenangan disimpan bakal sampe mati, dan saya mau jadiin jimat keberuntungan hahahhaha. Terimakasih banget saya bersyukur sama Allah SWT saya bisa dapat baju dari pimpinan kita,” tandasnya.

Awalnya, saat meninggalkan lokasi kegiatan di GOR Gotong Royong Subang, Capres Prabowo Subianto keluar dan berdiri diatas mobilnya untuk menyapa dan bersalaman dengan masyarakat Subang meski hujan terus mengguyur kabupaten penghasil gula di wilayah Jawa Barat tersebut.

Melihat ratusan massa yang mengejarnya dengan basah kuyup, Prabowo yang ikut kehujanan itu langsung membuka bajunya untuk diberikan kepada warga yang kehujanan. Saat baju yang ia kenakan dibuka dan diberikan ketengah kerumunan massa untuk menadah guyuran hujan, tiba-tiba saja Rahmat Hidayat menjadi orang yang beruntung yang berhasil mendapatkan baju tersebut.

Continue Reading

Politik

NCID: Sindir Lahan HGU Bikin Pengusaha Dibelakang Jokowi Mulai Tiarap

JAKARTA – Pernyataan calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo yang menyinggung lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik Prabowo Subianto jadi bumerang bagi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf.

Hal tersebut, diungkapkap oleh Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman.

Menurut Jajat, komunikasi politik Jokowi keliru jika ingin menyerang Prabowo dengan isu HGU. Lantaran, hal tersebut justru akan memancing publik untuk terus menyoroti soal kepemilikan lahan pengusaha taipan yang ada dibelakang Jokowi sendiri.

“Kita lihat usai debat, bukanya BPN (Badan Pemenangan Nasiona, red) meredam soal isu HGU. Akan tetapi justru semakin mengamplifikasi, dari fenomena ini kita lihat bahwa sebenarnya pak Jokowi yang blunder,” tutur Jajat, dalam keterangan persnya, Kamis (21/2/2019).

Lebih jauh Jajat mengungkap, klarfikasi pihak istana hingga Erick Thohir sendiri sudah menunjukkan bahwa ada kepanikan diinternal TKN ditengah memanasnya pembahasan lahan HGU.

“Isu HGU ini akan berimplikasi negatif bagi pengusaha yang selama ini berdiri dibelakang Jokowi. Sepertinya sudah mulai bingung menentukan arah dukungannya, dan bisa saja mereka kabur dan mencabut dukungannya. Persoalan HGU ini, bagi pengusaha bukan hal yang sepele jika isu ini terus berkembang bukan tidak mungkin akan mengancam lahan bisnisnya dan ini tentu bukan kabar baik bagi kubu Jokowi sendiri,” tutup Jajat.(*)

Continue Reading

Politik

Kesalahan Fatal Jokowi Sepuluh Kali Gunakan Data Keliru di Debat Capres

JAKARTA – Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto terlihat jauh lebih unggul dalam debat capres kedua Pilpres 2019 pada topik infrastruktur, pangan, energi, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan pada Ahad (17/2/2019).

Jajat menilai, dua kesalahan fatal Jokowi selama debat berlangsung. Pertama, Jokowi terlihat jelas kehabisan ide untuk menyerang Prabowo mengenai tema debat yang telah disiapkan KPU.

“Menyerang pribadi lawan politik seolah merupakan hal lumrah bagi Jokowi dan pendukungnya ketika membahas persoalan bangsa dan di sodorkan data. Hal ini menyimpang jauh dari substansi permasalahan bangsa,” tutur Jajat, dalam keterangan persnya, Jakarta (18/2/2019).

Kedua, Jokowi terlihat pede saat membantah kritikan Prabowo dengan menyebutkan berbagai data atas keberhasilannya.

Akan tetapi, nyatanya data yang di sebutkan Jokowi tidak valid. Hal ini semakin menunjukan manajemen pemerintahan Jokowi sangat buruk.

“Bahkan Jokowi seperti sudah terlena dengan laporan asal bapak senang (ABS) dari anak buahnya tanpa terlebih dahulu mengecek kebenaran data yang di sodorkan, sebagai contoh tentang data kebakaran hutan pada kenyataannya Jokowi sendiri sudah di vonis oleh pengadilan bersalah, serta mengaburkan data tentang sengketa pembebasan lahan dan berbagai kasus lainnya” terang jajat.

Jajat mencatat, setidaknya ada 10 data yang disebutkan Jokowi tidak sesuai fakta, diantaranya;

1. Tahun 2018 total impor jagung 180.000 Ton, padahal data impor jagung tahun 2018 sebesar 737.228 Ton.

2. Produksi sawit 46 juta ton – Fakta produksi sawit thn 2018 sebesar 34,5 juta ton

3. Total produksi beras Tahun 2018 sebesar 33 juta Ton dan Total Konsumsi 29 juta ton. Konsumsi beras nasional 2018 sebesar 33 Juta Ton dan Data produksi plus impor sebesar 46,5 juta Ton.

4. Jokowi menyatakan telah membangun lebih dari 191.000 km jalan desa, padahal itu adalah total jalan desa yang dibangun sejak Indonesia merdeka.

5. Presiden menyatakan bahwa kolam bekas galian tambang sebagian telah dialih-fungsikan diantaranya untuk kolam ikan, padahal berbagai literatur menunjukkan bahwa area bekas tambang tidak bisa digunakan untuk apapun, karena terpapar radiasi, itu kolam di daerah tambang yang mana? bisa tunjukkan?

6. Jokowi menyatakan telah membangun infrastruktur internet jaringan 4G 100 persen di Barat, 100 persen di tengah dan 90 persen di timur, Padahal data menunjukkan kurang dari 20 persen kabupaten dan kota bisa mengakses signal 4G, itu data dari mana?

7. Akses internet sudah sampai ke desa-desa, banyak produk pertanian memiliki market place sehingga mendapat harga yang bagus karena memotong rantai distribusi. itu dapat informasi darimana dan dari siapa? karena dari keseluruhan market place online produk pertanian kurang dari 1 persen dan sisanya 99 persen offline.

8. Pak Jokowi mengklaim bahwa pemerintah memenangkan gugatan 18-19 Triliun akibat kerusakan lahan, namun greenpeace meluruskan bahwa tak satupun dari gugatan itu dibayarkan.

9. Presiden menyatakan bahwa di negara maju butuh 10-20 tahun untuk memindahkan masyarakat dari mobil ke LRT/MRT, bisa disebutkan itu di negara mana? Jika butuh 10-20 tahun dan pembiayaan dengan hutang bagaimana status pembayarannya? kapan BEP?

10. Presiden menyatakan sejak 2015 tidak pernah terjadi kebakaran hutan, padahal data menunjukkan bahwa pada tahun 2016-2018 telah terjadi kebakaran lebih dari 30.000 hektar lahan hutan.

“Bagaimana bisa seorang presiden kacau dalam hal data? dan kekacauannya sangat fatal dan luar biasa sesatnya. Padahal seorang Presiden seharus mempunyai data yang justru lebih valid dari siapapun karena dia menguasai seluruh akses data,” tutup Jajat.

Continue Reading

Top Access