Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke 35 Tegaskan Demokrasi Damai dan Pentingnya Kelola Kekayaan Bangsa

JOMBANG - Presiden Prabowo Subianto secara resmi menutup gelaran Muktamar ke 35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Dalam pidato penutupannya kepala negara menyampaikan sejumlah pesan strategis mengenai perjalanan demokrasi, tata kelola pemerintahan, hingga pentingnya kemandirian ekonomi bangsa.
Presiden Prabowo secara khusus memberikan apresiasi tinggi terhadap kesuksesan penyelenggaraan Muktamar NU. Beliau memuji jalannya musyawarah tertinggi organisasi tersebut sebagai bentuk nyata teladan demokrasi yang damai dan bermartabat bagi seluruh rakyat Indonesia. Proses dialog yang berlangsung sejuk dinilai menjadi contoh konkret bagi seluruh elemen bangsa dalam menjalankan dinamika politik tanpa mengorbankan persatuan. Dalam momentum tersebut presiden juga resmi menerima kartu tanda anggota Nahdlatul Ulama.
Menanggapi pandangan publik mengenai jajaran pemerintahan yang dinilai besar Presiden Prabowo memberikan penjelasan terbuka. Beliau menegaskan bahwa dalam iklim demokrasi Indonesia pembentukan kabinet berukuran luas merupakan bentuk nyata dari upaya membangun koalisi nasional yang solid. Langkah merangkul berbagai kekuatan politik ini dilakukan demi menjaga stabilitas nasional dan memastikan seluruh komponen masyarakat dapat bergotong royong dalam pembangunan.
Menutup arahannya presiden menyampaikan ajakan kepada seluruh keluarga besar NU dan rakyat Indonesia untuk terlibat aktif mengelola seluruh kekayaan Republik Indonesia. Prabowo menggarisbawahi bahwa sumber daya alam yang melimpah harus dijaga serta dikelola secara mandiri demi sebesar besarnya kemakmuran rakyat. Sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan potensi nasional menuju kemandirian bangsa.
Komentar (0)
Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.
