
Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 di New Delhi tidak hanya diwarnai agenda diplomasi formal. Di sela rangkaian pertemuan para pemimpin dunia, Presiden Prabowo juga menunjukkan pesan kuat mengenai pentingnya keberlanjutan lingkungan sekaligus membangun komunikasi yang hangat dengan sejumlah pemimpin negara besar.
Salah satu momen tersebut terlihat ketika Presiden Prabowo mengikuti kegiatan joint tree plantation bersama para pemimpin negara anggota BRICS di area Nataraj Statue, Bharat Mandapam, Republik India, Sabtu, 12 September 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Presiden Prabowo bersama para pemimpin BRICS menanam pohon banyan, pohon nasional India yang dikenal memiliki akar kuat serta mampu tumbuh besar dan berumur panjang.
Presiden Prabowo terlebih dahulu mengikuti sesi foto bersama para pemimpin negara anggota BRICS sebelum menuju lokasi penanaman. Dalam momen tersebut, Presiden Prabowo terlihat berdiri di samping Presiden Republik Arab Mesir Abdel Fattah el-Sisi.
Setelah itu, Presiden Prabowo bersama para pemimpin lainnya berjalan menuju lokasi penanaman. Presiden kemudian mengambil sekop dan menuangkan tanah dari karung goni ke atas bibit pohon banyan yang telah disiapkan.
Prosesi dilanjutkan dengan Presiden Prabowo mengambil penyiram tanaman dan menyiram bibit pohon tersebut. Meski berlangsung simbolis, kegiatan itu membawa pesan yang lebih luas mengenai komitmen bersama untuk menjaga lingkungan dan membangun kerja sama yang memiliki manfaat jangka panjang.
Pohon banyan sendiri memiliki makna simbolis yang kuat dalam kegiatan tersebut. Karakternya yang kokoh, berumur panjang, dan memiliki akar yang terus berkembang dapat menjadi gambaran tentang harapan terhadap kerja sama antarnegara yang semakin kuat dan berkelanjutan.
Menariknya, pesan tersebut berjalan beriringan dengan sisi diplomasi personal Presiden Prabowo selama berada di KTT BRICS. Sebelum sesi pembukaan dimulai, Presiden Prabowo tampak berbincang dalam suasana akrab bersama Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya turut membagikan momen tersebut dan menyebut keempat pemimpin tampak berbincang dalam suasana hangat dan bersahabat.
Presiden Prabowo terlihat bersama Presiden Putin ketika Perdana Menteri Modi dan Presiden Xi Jinping bergabung dalam perbincangan. Momen sederhana tersebut memperlihatkan bahwa diplomasi tidak selalu berlangsung melalui meja perundingan atau pertemuan resmi, tetapi juga dapat dibangun melalui komunikasi personal yang cair dan terbuka.
Bagi Indonesia, kehadiran Presiden Prabowo dalam forum BRICS memiliki arti penting. Indonesia kini berada dalam posisi untuk semakin aktif memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai kekuatan ekonomi dan politik dunia.
Pendekatan Presiden Prabowo yang membuka komunikasi dengan berbagai negara juga menunjukkan bahwa Indonesia ingin menjalankan politik luar negeri yang aktif, terbuka, dan tetap berorientasi pada kepentingan nasional.
Dari penanaman pohon banyan hingga percakapan hangat bersama para pemimpin dunia, rangkaian momen Presiden Prabowo di KTT BRICS memperlihatkan dua pesan yang berjalan beriringan: membangun hubungan antarnegara sekaligus memikirkan keberlanjutan untuk masa depan.
Diplomasi Indonesia pun tidak hanya berbicara tentang posisi di panggung dunia, tetapi juga tentang bagaimana hubungan yang terjalin dapat menjadi fondasi bagi kerja sama yang kuat, panjang, dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Komentar (0)
Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.
