
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya persatuan antara ulama dan umara sebagai fondasi utama dalam menjaga perdamaian, kemakmuran, dan kebangkitan bangsa Indonesia. Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri acara Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa serta Pengukuhan dan Ta’aruf Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Masa Khidmat 2025–2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa sepanjang sejarah peradaban, bangsa-bangsa yang berhasil adalah bangsa yang mampu menjaga perdamaian. Menurut Presiden, perdamaian hanya dapat terwujud apabila para pemimpin agama dan pemerintahan berjalan seiring, saling mendukung, dan memiliki visi yang sama untuk kepentingan rakyat.
Presiden Prabowo juga menegaskan peran strategis Masjid Istiqlal sebagai masjid kebesaran umat Islam Indonesia sekaligus simbol persatuan bangsa. Ia menyebut Masjid Istiqlal sebagai lambang semangat kedaulatan nasional dan tekad bangsa Indonesia untuk melindungi seluruh rakyat tanpa membedakan latar belakang.
Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan rencana pemerintah untuk menyediakan lahan strategis seluas kurang lebih 4.000 meter persegi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta. Lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta lembaga-lembaga umat Islam, termasuk Badan Amil Zakat Nasional dan organisasi kemasyarakatan Islam lainnya.
Presiden menjelaskan bahwa gedung tersebut direncanakan memiliki fungsi sebagai pusat aktivitas kelembagaan umat Islam dan dirancang sesuai kebutuhan, dengan rencana ketinggian hingga sekitar 40 lantai. Kehadiran gedung ini di jantung ibu kota diharapkan menjadi simbol peran strategis institusi umat Islam dalam kehidupan nasional.
Selain itu, Presiden Prabowo menyoroti potensi besar dana umat apabila dikelola secara terintegrasi, profesional, dan transparan. Presiden menyebut bahwa pengelolaan dana umat yang baik berpotensi mencapai ratusan triliun rupiah per tahun dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan umat, termasuk pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam sambutannya, Presiden juga mengapresiasi peran MUI yang selama ini konsisten hadir dalam berbagai situasi sulit, termasuk saat bencana alam di sejumlah daerah. Menurut Presiden, MUI telah menjadi pilar stabilitas, kesejukan, dan toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk menegakkan hukum dan memberantas korupsi sebagai bagian dari amanah konstitusi. Ia menyampaikan bahwa dukungan moral dan persatuan antara ulama dan umara menjadi kekuatan penting dalam menjalankan pemerintahan yang bersih dan berkeadilan.
Menjelang bulan suci Ramadhan, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen umat dan bangsa untuk terus menjaga persatuan, memperkuat harmoni sosial, serta menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah dan mufakat demi keselamatan dan kemajuan Indonesia.
Acara di Masjid Istiqlal tersebut mencerminkan sinergi yang kuat antara negara dan ulama dalam merawat persatuan nasional serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan sebagai fondasi pembangunan Indonesia ke depan.
Komentar (0)
Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.
