Presiden Prabowo Tak Mau Rakyat Jalan Sendiri Hadapi Krisis: Rekening Disiapkan, Bantuan Beras Diperpanjang

10 Sep 202627Foto MonskyMonsky
Pemerintah terus memperkuat inklusi dan literasi keuangan masyarakat melalui penyediaan rekening bagi warga negara Indonesia. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bersama jajarannya di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 7 September 2026.
Pemerintah terus memperkuat inklusi dan literasi keuangan masyarakat melalui penyediaan rekening bagi warga negara Indonesia. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bersama jajarannya di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 7 September 2026.

Ketika ancaman El Nino membayangi dan erupsi gunung berapi mengganggu aktivitas masyarakat, Presiden Prabowo Subianto justru memperkuat dua hal sekaligus: akses ekonomi rakyat dan jaring pengaman sosial.

Pesannya jelas. Rakyat tidak boleh dibiarkan menghadapi tekanan ekonomi seorang diri.

Dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026), Prabowo membahas penguatan inklusi keuangan, kesiapan menghadapi El Nino, hingga dampak erupsi sejumlah gunung berapi terhadap aktivitas ekonomi dan distribusi logistik.

Prabowo Dorong Semua Rakyat Punya Rekening

Pemerintahan Prabowo ingin semakin banyak masyarakat terhubung dengan sistem keuangan formal.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut tingkat inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 93,62 persen. Literasi keuangan juga terus menunjukkan capaian yang relatif baik.

Namun bagi Prabowo, capaian tersebut bukan alasan untuk berhenti.

Presiden meminta agar masyarakat yang belum memiliki rekening mendapatkan akses perbankan. BRI dan Bank Syariah Indonesia disiapkan untuk mendukung penyediaan rekening tersebut dengan memanfaatkan data kependudukan dari Dukcapil yang akan dipadankan dengan sistem pembayaran Bank Indonesia.

Langkah ini bisa menjadi perubahan besar bagi masyarakat yang selama ini masih berada di luar ekosistem keuangan formal.

Rekening bukan sekadar kartu atau angka di sistem perbankan. Rekening adalah pintu menuju akses ekonomi yang lebih luas.

Bantuan bisa disalurkan lebih mudah, transaksi semakin praktis, dan masyarakat memiliki kesempatan lebih besar memanfaatkan layanan keuangan secara aman.

QRIS pun didorong sebagai bagian dari ekosistem tersebut.

Saat El Nino Mengintai, Prabowo Perpanjang Bantuan Beras

Yang tak kalah penting adalah perlindungan masyarakat ketika situasi ekonomi menghadapi tekanan.

Potensi El Nino menjadi perhatian pemerintah. Presiden Prabowo mengarahkan agar bantuan pangan berupa beras yang telah berjalan hingga September dilanjutkan selama Oktober, November, dan Desember.

Keputusan ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak ingin kelompok masyarakat rentan menjadi korban pertama ketika kondisi pangan dan ekonomi mengalami tekanan.

Bagi rakyat kecil, bantuan beras bukan sekadar angka statistik. Itu adalah isi dapur, makanan keluarga, dan ketenangan menghadapi hari esok.

Karena itu, keberlanjutan bantuan pangan menjadi salah satu bentuk konkret kebijakan perlindungan masyarakat.

Gunung Meletus, Ekonomi Daerah Ikut Terpukul

Ancaman lainnya datang dari aktivitas erupsi sejumlah gunung berapi.

Pemerintah memantau dampaknya bukan hanya dari sisi keselamatan, tetapi juga terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Ketika mobilitas menurun, aktivitas perdagangan ikut terdampak. Ketika penerbangan terganggu, distribusi kargo dan logistik pun bisa ikut tersendat.

Artinya, satu bencana dapat menciptakan efek domino terhadap kehidupan masyarakat.

Karena itu, langkah pemerintah untuk terus memantau kondisi tersebut menjadi penting. Jangan sampai gangguan yang awalnya bersifat sementara berubah menjadi tekanan ekonomi berkepanjangan.

Prabowo Pilih Bergerak Sebelum Rakyat Terpukul Lebih Dalam

Di sinilah arah kebijakan Presiden Prabowo terlihat.

Membuka akses rekening ketika masyarakat membutuhkan konektivitas ekonomi. Memperkuat pembayaran digital ketika transaksi semakin berubah. Memperpanjang bantuan pangan ketika ancaman iklim datang. Dan memantau dampak bencana sebelum gangguannya menjalar semakin luas.

Ini bukan sekadar kumpulan kebijakan.

Ada satu pesan politik yang kuat di baliknya: pemerintah ingin membangun sistem yang membuat rakyat lebih siap menghadapi guncangan.

Presiden Prabowo tidak sedang menjanjikan bahwa Indonesia akan terbebas dari bencana, El Nino, atau gejolak ekonomi.

Yang sedang dibangun adalah kemampuan negara untuk merespons ketika semua itu datang.

Sebab pemimpin tidak hanya diuji ketika keadaan sedang baik-baik saja.

Pemimpin diuji ketika rakyat mulai kesulitan.

Dan di tengah ancaman El Nino, erupsi gunung, gangguan logistik, serta tantangan ekonomi global, Prabowo memilih memperkuat perlindungan rakyat sekaligus membuka akses ekonomi yang lebih luas.

Ekonomi boleh terus bergerak. Krisis boleh datang silih berganti. Tetapi rakyat tidak boleh dibiarkan menghadapi semuanya sendirian.

Komentar (0)

Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.

Masuk atau daftar untuk bergabung dalam diskusi. Kami melindungi akun Anda dengan keamanan berlapis.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.