
Presiden Prabowo Subianto menjenguk korban kecelakaan kereta api yang dirawat di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Selasa pagi. Dalam kunjungan tersebut, Presiden menyampaikan belasungkawa sekaligus memastikan penanganan medis terhadap para korban dilakukan secara maksimal.
Presiden tiba sekitar pukul 08.39 WIB dan langsung meninjau ruang perawatan serta berinteraksi dengan sejumlah pasien. Ia juga menerima laporan dari jajaran terkait mengenai kondisi korban pascakejadian.
Kecelakaan terjadi pada Senin malam (27/4) di Stasiun Bekasi Timur, melibatkan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek dan rangkaian KRL Commuter Line yang sedang berhenti di stasiun. Benturan terjadi pada gerbong belakang dan menyebabkan korban jiwa serta puluhan penumpang mengalami luka-luka.
Dalam keterangannya kepada awak media, Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan segera melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab kecelakaan. Proses tersebut akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan diminta berjalan secara cepat dan objektif.
“Pemerintah segera mengadakan investigasi untuk mengetahui bagaimana peristiwa ini bisa terjadi,” ujar Presiden.
Selain investigasi, Presiden juga menyoroti kondisi perlintasan kereta api yang dinilai masih banyak belum memiliki sistem pengamanan memadai, khususnya di kawasan padat seperti Bekasi. Pemerintah, kata Presiden, akan melakukan evaluasi dan perbaikan secara menyeluruh.
Sebagai langkah konkret, Presiden menyetujui pembangunan flyover di wilayah Bekasi guna mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan sebidang. Ia menyebut terdapat sekitar 1.800 titik perlintasan kereta di Pulau Jawa yang memerlukan penanganan lebih lanjut, baik melalui pembangunan infrastruktur maupun peningkatan sistem penjagaan.
Pemerintah juga menyiapkan anggaran hampir Rp4 triliun untuk mendukung peningkatan keselamatan transportasi publik dan penguatan infrastruktur perkeretaapian nasional.
Selain itu, Presiden menginstruksikan agar seluruh korban mendapatkan pelayanan terbaik selama masa perawatan serta memastikan adanya kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Komentar (0)
Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.
