Presiden Prabowo Pimpin Rapat di Hambalang, Pemerintah Percepat Program Waste to Energy

27 Mar 2026173TTemon

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, pada Rabu (25/3/2026). Pertemuan tersebut membahas percepatan program pengelolaan sampah menjadi energi atau Waste to Energy (WTE) di berbagai daerah di Indonesia.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya menyampaikan bahwa fokus utama rapat adalah mendorong implementasi WTE, khususnya di kota-kota besar dengan tingkat produksi sampah tinggi. Beberapa wilayah yang menjadi prioritas antara lain DKI Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, serta Bali.

Dalam rapat tersebut, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani, melaporkan perkembangan terkini program WTE secara nasional. Presiden Prabowo, menurut Teddy, menginginkan agar pemerintah pusat dapat bergerak cepat dan terintegrasi dalam menangani persoalan sampah yang selama ini belum tertangani optimal di daerah.

“Presiden mengarahkan agar sampah yang menumpuk dapat segera dibersihkan dan dimanfaatkan menjadi energi, khususnya energi listrik,” ujar Teddy.

Rapat ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat, antara lain Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.

Dalam pernyataannya, Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa program Waste to Energy tidak hanya berfungsi sebagai solusi pengelolaan sampah, tetapi juga berperan dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Ia menyebutkan bahwa pemerintah didorong untuk bergerak cepat dalam mengelola sampah menjadi sumber energi yang produktif.

Selain membahas WTE, rapat juga menyinggung strategi energi nasional, termasuk percepatan transisi menuju energi terbarukan. Salah satu langkah yang didorong adalah konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) guna meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan sistem energi.

Sebelumnya, Presiden Prabowo juga telah menggelar pertemuan terkait sektor energi di Istana Kepresidenan pada 19 Maret 2026. Dalam pertemuan tersebut, dibahas upaya menjaga keamanan pasokan energi di tengah dinamika geopolitik global, serta memastikan ketersediaan energi untuk kebutuhan domestik, termasuk menjelang periode Idul Fitri.

Melalui rangkaian langkah ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk mempercepat transformasi pengelolaan sampah sekaligus memperkuat sistem energi nasional secara berkelanjutan.

Komentar (0)

Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.

Masuk atau daftar untuk bergabung dalam diskusi. Kami melindungi akun Anda dengan keamanan berlapis.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.