Presiden Prabowo Luncurkan Program PLTS 100 GWp, Diawali 14 PLTS di Enam Provinsi

27 Agu 202642Foto MonskyMonsky
Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program PLTS 100 GWp yang diawali dengan 14 PLTS berkapasitas total 5,3 GWp di enam provinsi.
Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program PLTS 100 GWp yang diawali dengan 14 PLTS berkapasitas total 5,3 GWp di enam provinsi.

JEMBRANA, BALI — Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp). Program tersebut diawali dengan peluncuran 14 PLTS yang tersebar di enam provinsi dengan total kapasitas mencapai 5,3 GWp.

Peluncuran berlangsung di PLTS Site Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa, 25 Agustus 2026.

Dalam pernyataan peresmian, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pembangunan PLTS 100 GWp ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu tiga tahun.

“Kita akan membangun 100 gigawatt. Kita tidak main-main, target kita adalah 100 gigawatt dalam 3 tahun,” ujar Prabowo.

Presiden menilai pengembangan energi surya menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat kemandirian energi nasional. Selain PLTS, pemerintah juga terus mengembangkan berbagai sumber energi domestik, termasuk panas bumi dan gas, serta mendorong peningkatan produksi minyak dalam negeri.

Prabowo menyatakan Indonesia harus semakin mampu memenuhi kebutuhan energinya sendiri sehingga tidak terus bergantung pada impor.

“Kita akan benar-benar menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri,” katanya.

Investasi Capai Lebih dari Rp1.140 Triliun

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam laporannya menyampaikan bahwa program PLTS 100 GWp merupakan salah satu program strategis pemerintah yang memiliki dampak terhadap sektor energi dan perekonomian.

Total investasi program tersebut diperkirakan mencapai sekitar USD73 miliar atau setara lebih dari Rp1.140 triliun.

Menurut Bahlil, pengembangan PLTS dalam skala besar juga berpotensi memberikan efisiensi terhadap subsidi energi hingga sekitar Rp73,9 triliun per tahun.

Selain itu, program tersebut diproyeksikan menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja.

“Total investasinya dari 100 gigawatt adalah kurang lebih sekitar USD73 miliar atau setara dengan Rp1.140 triliun lebih. Dari total pekerjaan ini bisa kita melakukan efisiensi terhadap subsidi setiap tahun Rp73,9 triliun, bisa menciptakan lapangan pekerjaan kurang lebih sekitar 5,52 juta lapangan kerja,” ujar Bahlil.

14 PLTS di Enam Provinsi

Sebagai tahap awal program PLTS 100 GWp, pemerintah meluncurkan 14 PLTS yang tersebar di enam provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau.

Ke-14 PLTS tersebut meliputi:

  1. PLTS Tembesi, Kepulauan Riau;

  2. PLTS Pulau Sembur, Kepulauan Riau;

  3. PLTS Pulau Rengit, Kepulauan Bangka Belitung;

  4. PLTS Saguling, Jawa Barat;

  5. PLTS Purwakarta, Jawa Barat;

  6. PLTS Jatiluhur, Jawa Barat;

  7. PLTS Cirata, Jawa Barat;

  8. PLTS Jatigede, Jawa Barat;

  9. PLTS Waduk Gajah Mungkur, Jawa Tengah;

  10. PLTS Karangkates, Jawa Timur;

  11. PLTS Madura, Jawa Timur;

  12. PLTS Pasuruan, Jawa Timur;

  13. PLTS Banyuwangi, Jawa Timur; dan

  14. PLTS Site Gilimanuk, Bali.

Dorong Efisiensi dan Penurunan Emisi

Pemerintah menyebut pengembangan PLTS tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kapasitas energi nasional, tetapi juga memberikan dampak terhadap efisiensi penggunaan energi dan lingkungan.

Penggunaan energi surya diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit berbahan bakar diesel sekaligus menekan emisi karbon.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas penggunaan energi yang lebih bersih dan mengembangkan sumber energi domestik.

Presiden Targetkan Swasembada Energi

Presiden Prabowo optimistis target PLTS 100 GWp dapat mendukung pencapaian swasembada energi nasional.

Menurutnya, pengembangan energi surya perlu berjalan bersama dengan pemanfaatan sumber daya energi lain yang dimiliki Indonesia.

Prabowo bahkan meyakini swasembada energi dapat dicapai lebih cepat apabila seluruh pihak bekerja secara maksimal.

“Saya percaya mungkin kurang dari tiga tahun kita akan sampai swasembada energi,” ujarnya.

Presiden juga menekankan pentingnya pembuktian melalui hasil nyata. Ia mengajak seluruh pihak untuk bekerja secara konsisten agar target besar tersebut dapat direalisasikan.

Bertepatan dengan Maulid Nabi

Peluncuran PLTS 100 GWp juga bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan ucapan selamat kepada umat Islam di Indonesia dan dunia.

Presiden mengingatkan bahwa peringatan hari besar keagamaan perlu diiringi dengan semangat berkarya dan bekerja keras untuk kemajuan bangsa.

Menurut Prabowo, rasa syukur kepada Tuhan tidak hanya diwujudkan melalui doa, tetapi juga melalui kerja nyata dan kontribusi bagi masyarakat.

Pemerintah Libatkan Banyak Unsur

Pelaksanaan program PLTS 100 GWp melibatkan berbagai kementerian dan lembaga serta unsur TNI dan Polri.

Menteri ESDM menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan program tersebut.

“Terima kasih kepada TNI, Polri, dan seluruh kementerian/lembaga yang telah membantu mendukung sehingga acara ini bisa terlaksana,” kata Bahlil.

Dengan peluncuran 14 PLTS berkapasitas total 5,3 GWp, pemerintah memulai tahapan menuju target 100 GWp dalam tiga tahun. Program tersebut selanjutnya akan menjadi salah satu bagian dari agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Komentar (0)

Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.

Masuk atau daftar untuk bergabung dalam diskusi. Kami melindungi akun Anda dengan keamanan berlapis.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.