Presiden Prabowo Bertemu Putin di Vladivostok, Indonesia-Rusia Perkuat Kemitraan Strategis

10 Sep 202619Foto MonskyMonsky
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Federasi Rusia, pada Kamis, 3 September 2026, sebagai tamu kehormatan utama atas undangan Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Federasi Rusia, pada Kamis, 3 September 2026, sebagai tamu kehormatan utama atas undangan Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bertemu Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan hubungan bilateral, perdagangan, investasi, konektivitas, serta kerja sama di berbagai sektor strategis.

Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok pada Kamis, 3 September 2026. Pertemuan berlangsung dalam format working lunch di sela-sela penyelenggaraan Eastern Economic Forum (EEF) ke-11.

Dalam pertemuan tersebut, Putin menyambut kedatangan Prabowo dan menilai intensitas komunikasi langsung kedua pemimpin mencerminkan sifat strategis hubungan Rusia dan Indonesia. Putin juga menyampaikan apresiasi atas kesediaan Prabowo menghadiri EEF ke-11 sebagai tamu kehormatan utama.

Pertemuan di Vladivostok menjadi pertemuan kedua antara Prabowo dan Putin pada 2026. Intensitas pertemuan tersebut menjadi bagian dari perkembangan hubungan bilateral Indonesia-Rusia yang dalam beberapa tahun terakhir semakin diperkuat.

Putin juga menyebut Indonesia sebagai salah satu mitra kunci Rusia di kawasan Asia-Pasifik. Menurut Putin, hubungan kedua negara memiliki fondasi persahabatan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun dan terus berkembang, termasuk dalam bidang perdagangan.

Ia menyampaikan bahwa volume perdagangan Rusia dan Indonesia meningkat 12 persen pada tahun sebelumnya. Sejumlah bidang kerja sama juga terus dikembangkan melalui Komisi Bersama Rusia-Indonesia, antara lain pertanian, pembangunan kapal, teknologi digital, energi, serta energi nuklir.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa Rusia merupakan mitra penting bagi Indonesia. Hubungan kedua negara yang telah berlangsung lebih dari lima dekade, menurut Prabowo, kini telah berkembang menjadi kemitraan strategis.

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas undangan Putin untuk menghadiri EEF ke-11. Menurutnya, forum tersebut memiliki potensi untuk menjadi jembatan yang memperkuat konektivitas dan kerja sama ekonomi antara kawasan Rusia Timur Jauh, Indonesia, serta kawasan Eurasia.

Salah satu gagasan yang disampaikan Prabowo adalah penguatan konektivitas langsung antara Indonesia dan Rusia.

Presiden mendorong pembukaan jalur pelayaran langsung yang kompetitif antara Vladivostok dan Indonesia, dengan kepastian jadwal, biaya, asuransi, serta ketersediaan kargo. Selain itu, Prabowo juga mendorong pembukaan penerbangan langsung kedua negara untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat dan pariwisata.

Dalam pidatonya di EEF ke-11, Prabowo menekankan bahwa posisi geografis Indonesia dan Rusia sebagai negara yang memiliki akses ke kawasan Pasifik dapat menjadi peluang ekonomi.

Prabowo bahkan menyampaikan bahwa Samudra Pasifik tidak seharusnya menjadi pemisah antara kedua negara, tetapi dapat menjadi jalur penghubung bagi perdagangan dan aktivitas ekonomi.

Kerja sama yang ditawarkan juga tidak terbatas pada perdagangan barang. Indonesia dan Rusia memiliki peluang untuk memperluas kerja sama di bidang energi, ketahanan pangan, industrialisasi, teknologi, antariksa, pendidikan tinggi, transportasi, serta pengembangan industri.

Prabowo juga mengajak perusahaan-perusahaan Rusia untuk berinvestasi dan membangun industri bersama di Indonesia. Indonesia diharapkan dapat menjadi salah satu pintu masuk perusahaan Rusia menuju pasar ASEAN dan Indo-Pasifik.

Untuk mendukung investasi, Prabowo mendorong Danantara dan Russian Direct Investment Fund (RDIF) agar dapat bergerak dari tahap identifikasi peluang menuju pembiayaan proyek yang memiliki kelayakan bisnis.

Selain membahas hubungan ekonomi, pertemuan dan forum di Vladivostok juga menjadi kesempatan bagi Prabowo untuk menegaskan posisi politik luar negeri Indonesia.

Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia tetap menjalankan prinsip bebas dan aktif serta tidak tergabung dalam aliansi militer mana pun. Indonesia, kata Prabowo, terbuka untuk membangun hubungan dengan seluruh negara dan kekuatan besar dunia.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa penguatan hubungan dengan Rusia ditempatkan dalam kerangka memperluas kerja sama internasional Indonesia, bukan sebagai bentuk keberpihakan terhadap blok tertentu.

Di sisi lain, Putin menyoroti posisi Indonesia dalam percaturan global. Menurut Putin, Indonesia merupakan salah satu negara terbesar di dunia dan memiliki posisi penting dalam dinamika internasional. Ia juga menekankan pentingnya Indonesia dalam hubungan Rusia dengan kawasan Asia-Pasifik dan ASEAN.

Pertemuan Prabowo dan Putin kemudian menjadi bagian dari agenda yang lebih luas untuk meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara.

Prabowo menegaskan bahwa berbagai kesepakatan yang dibangun tidak cukup berhenti pada dokumen kerja sama. Setiap kesepakatan diharapkan memiliki target, nilai proyek, skema pembiayaan, serta tahapan pelaksanaan yang jelas.

Bagi Indonesia, arah tersebut penting agar hubungan bilateral dengan Rusia dapat menghasilkan manfaat yang lebih konkret, mulai dari peningkatan perdagangan dan investasi hingga pembukaan lapangan kerja dan penguatan industri dalam negeri.

Dengan hubungan yang semakin intensif antara Prabowo dan Putin, Indonesia-Rusia memasuki fase baru kemitraan strategis. Kedua negara tidak hanya mempertahankan hubungan persahabatan yang telah berlangsung lebih dari lima dekade, tetapi juga berupaya menerjemahkannya menjadi kerja sama ekonomi dan konektivitas yang lebih nyata.

Pertemuan di Vladivostok pun memperlihatkan posisi Indonesia yang berupaya tetap terbuka kepada berbagai kekuatan dunia, sembari mempertahankan prinsip politik luar negeri bebas dan aktif serta mengutamakan kepentingan nasional.

Komentar (0)

Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.

Masuk atau daftar untuk bergabung dalam diskusi. Kami melindungi akun Anda dengan keamanan berlapis.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.