
Prabowo Subianto menganugerahkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia kepada 70 tokoh penggerak gizi dan ketahanan pangan nasional dalam rangkaian peresmian 1.072 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), 18 Gudang Ketahanan Pangan, serta peletakan batu pertama 107 SPPG Polri di Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Penganugerahan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 12 dan 13/TK/Tahun 2026 yang dibacakan oleh Sekretaris Militer Presiden. Prosesi penyematan dilakukan langsung oleh Presiden sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata dalam mendukung program pemenuhan gizi dan penguatan ekosistem pangan nasional.
Apresiasi untuk Penggerak Program Gizi Nasional
Dalam kategori Bintang Jasa Utama, penghargaan diberikan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, atas kepemimpinannya dalam percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain itu, Bintang Jasa Pratama dan Bintang Jasa Nararya diberikan kepada sejumlah pejabat dan penggerak di lingkungan Polri dan BGN.
Sebanyak 60 penerima lainnya memperoleh Satya Lencana Wira Karya, yang terdiri atas Kapolda, pejabat utama Polri, Kapolres, unsur pengawas internal, tokoh masyarakat, serta perwakilan dunia usaha yang berkontribusi dalam penguatan ketahanan pangan.
Peresmian Ribuan SPPG dan Gudang Ketahanan Pangan
Dalam kesempatan yang sama, Presiden meresmikan 1.072 SPPG dan 18 Gudang Ketahanan Pangan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Fasilitas ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem pangan terintegrasi dari hulu hingga hilir.
SPPG berperan dalam mendukung program MBG melalui penyediaan makanan bergizi yang terjamin kualitas dan keamanannya, khususnya bagi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Ekosistem Pangan Terpadu di Daerah
Melalui konferensi video, sejumlah Polda melaporkan perkembangan pembangunan ekosistem pangan di wilayah masing-masing.
Di wilayah Bekasi, Polda Metro Jaya mengembangkan kawasan pangan terpadu seluas 49 hektare yang mencakup budidaya ikan nila, bandeng, udang, ayam petelur, serta ternak kambing. Hasil panen didistribusikan untuk mendukung operasional puluhan SPPG.
Di Papua Barat, pembangunan SPPG dilakukan hingga wilayah terpencil dan 3T, termasuk di Kampung Wamesa, Kabupaten Kaimana. Bahan pangan dipasok dari sumber lokal maupun luar wilayah guna memastikan keberlanjutan operasional.
Sementara itu, di Kalimantan Selatan dan Jawa Tengah, pembangunan SPPG juga menjangkau pondok pesantren serta daerah terdampak bencana. Di Jawa Timur, peresmian Gudang Ketahanan Pangan Polri di Mojokerto memperkuat stabilitas pasokan komoditas jagung melalui tata kelola profesional.
Perkuat Stabilitas dan Kedaulatan Pangan
Presiden menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi stabilitas nasional. Melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, Polri, dunia usaha, dan masyarakat, penguatan sistem pangan nasional diharapkan mampu:
Menjamin ketersediaan dan distribusi pangan
Meningkatkan kualitas gizi masyarakat
Membuka lapangan kerja
Menjaga stabilitas harga dan pasokan
Langkah ini menandai komitmen pemerintah dalam membangun ketahanan pangan yang inklusif, merata, dan berkelanjutan sebagai bagian dari strategi besar menuju Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaulat.
Komentar (0)
Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.
