Pesan Kebangsaan Prabowo di HUT Partai Demokrat: Demokrasi Harus Kembali Kepada Rakyat

10 Sep 202621Foto Reza HermawanReza Hermawan
WhatsApp Image 2026 09 10 at 10.52.31 cropped

Peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat pada 9 September 2026 menjadi momentum penting bagi kehidupan demokrasi Indonesia. Di tengah dinamika politik yang terus berkembang, pesan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya menghargai perbedaan, kritik, persaingan dan tetap menjaga persahabatan politik memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar pesan dalam sebuah perayaan ulang tahun partai.

Dalam sambutannya, Presiden menekankan bahwa perbedaan pandangan, kritik, saran dan persaingan merupakan bagian yang wajar dalam demokrasi. Menurutnya, perbedaan politik tidak seharusnya membuat sesama anak bangsa menjadi bermusuhan. Persaingan politik boleh terjadi, kritik harus tetap diberikan, tetapi hubungan antarsesama harus tetap berada dalam koridor kerukunan dan kekeluargaan.

Partai Demokrat sendiri merupakan salah satu kekuatan politik yang telah mengalami berbagai fase dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Partai ini didirikan pada 9 September 2001 dan pernah menjadi kekuatan utama pemerintahan pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam Pemilu 2019, Demokrat berada di luar pemerintahan, sementara setelah Pemilu 2024 Demokrat kembali menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo. Pada Pemilu 2024, Demokrat memperoleh 7,43 persen suara dan 44 kursi DPR.

Saat ini, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono juga menjadi bagian penting dalam pemerintahan Prabowo sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Fakta tersebut memperlihatkan bahwa demokrasi memang memiliki siklus politik Sebuah partai dapat berada di dalam pemerintahan, kemudian berada di luar pemerintahan, lalu kembali menjadi bagian dari pemerintahan. Yang tidak boleh berubah adalah komitmen terhadap kepentingan bangsa.

Salah satu kekuatan pesan Prabowo adalah keberaniannya menempatkan kritik sebagai bagian dari demokrasi. Kritik tidak harus dimaknai sebagai permusuhan. Justru pemerintahan yang sehat membutuhkan kritik agar kebijakan dapat terus diperbaiki. Begitu pula pemerintah tidak seharusnya menganggap setiap kritik sebagai ancaman politik.

Demokrasi yang dewasa adalah ketika pemerintah mampu mendengar kritik, sementara pihak yang memberikan kritik juga memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan gagasan secara konstruktif. Dengan demikian, kritik dapat menjadi energi perbaikan, bukan sumber perpecahan.

Pandangan ini penting karena demokrasi Indonesia tidak boleh terjebak pada politik identitas yang mempertentangkan masyarakat hanya karena perbedaan pilihan politik. Pilihan politik dapat berbeda lima tahun sekali. Tetapi hubungan sebagai sesama warga negara berlangsung jauh lebih panjang.

Pesan Prabowo juga memperlihatkan karakter politik yang ingin dibangun, yaitu kompetitif tetapi tidak konfliktual. Persaingan diperlukan agar partai politik berlomba menawarkan gagasan terbaik kepada rakyat. Kritik diperlukan agar kekuasaan tidak berjalan tanpa pengawasan dan perbedaan pandangan diperlukan agar keputusan publik tidak lahir dari satu perspektif saja.

Oleh karena itu, berbeda pilihan politik tidak seharusnya membuat masyarakat saling membenci. Perbedaan pilihan presiden, partai, calon legislatif maupun kebijakan adalah bagian dari hak demokratis warga negara. Yang harus diperkuat justru budaya politik yang memungkinkan setiap orang mengatakan, “Kita berbeda pilihan, tetapi kita tetap saudara sebangsa.”

Pemerintahan Prabowo sendiri menunjukkan bagaimana berbagai kekuatan politik dapat bekerja dalam satu pemerintahan. Kabinet Merah Putih dibentuk dengan dukungan koalisi yang terdiri dari sejumlah partai politik, sementara beberapa partai lainnya memberikan dukungan terhadap pemerintahan tanpa harus menjadi bagian dari kabinet.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa demokrasi tidak harus menghasilkan keseragaman politik. Justru kekuatan demokrasi terletak pada kemampuan mengelola perbedaan untuk menghasilkan kerja bersama.

Partai Demokrat menjadi salah satu contoh bagaimana perjalanan politik dapat berubah sesuai perkembangan zaman. Ketika berada di pemerintahan, partai dapat berkontribusi melalui kebijakan. Ketika berada di luar pemerintahan, partai dapat menjalankan fungsi kritik dan pengawasan. Apresiasi Prabowo terhadap sikap Demokrat dalam menjaga demokrasi, baik ketika berada di dalam maupun di luar pemerintahan, merupakan pesan yang patut diapresiasi.

Demokrasi bukan tentang siapa yang selalu berada di pemerintahan. Demokrasi adalah tentang bagaimana setiap kekuatan politik tetap memberikan kontribusi kepada bangsa sesuai posisi dan tanggung jawabnya.

Pesan Presiden Prabowo pada HUT Partai Demokrat juga memperlihatkan upaya membangun budaya politik yang lebih dewasa. Politik tidak boleh berhenti pada perebutan kekuasaan. Setelah kontestasi selesai, seluruh kekuatan politik harus kembali kepada tujuan utama, yaitu bekerja untuk rakyat.

Apalagi tantangan Indonesia ke depan tidak ringan. Pemerintah membutuhkan stabilitas politik untuk menjalankan pembangunan, sementara masyarakat membutuhkan pemerintahan yang mampu bekerja secara efektif.

Dalam situasi seperti itu, energi bangsa akan jauh lebih bermanfaat jika diarahkan untuk memperkuat ekonomi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan, memperkuat ketahanan pangan, membangun infrastruktur dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia daripada dihabiskan untuk konflik politik yang tidak produktif.

Dengan kata lain, ajakan Prabowo agar perbedaan politik tidak berubah menjadi permusuhan merupakan pesan yang sangat strategis. Politik boleh keras dalam gagasan, tetapi tetap santun dalam hubungan antarmanusia. Kritik boleh tajam, tetapi harus tetap bertanggung jawab. Persaingan boleh sengit, tetapi persatuan bangsa harus menjadi batas akhirnya.

Pada akhirnya, demokrasi bukanlah tujuan akhir. Demokrasi adalah instrumen untuk memastikan kekuasaan bekerja bagi rakyat. Inilah inti penting pesan Presiden Prabowo.

Jika demokrasi hanya menghasilkan pertengkaran antarelite, maka rakyat tidak mendapatkan manfaat maksimal. Tetapi apabila perbedaan politik mampu menghasilkan kompetisi gagasan, kontrol terhadap kekuasaan dan kerja sama nasional, demokrasi justru menjadi kekuatan besar bagi pembangunan Indonesia.

Pesan Prabowo dalam HUT Partai Demokrat layak ditempatkan sebagai pesan kebangsaan, bahwa berbeda pilihan bukan alasan untuk bermusuhan, berbeda pandangan bukan alasan untuk memutus persaudaraan, kritik bukan permusuhan, persaingan bukan peperangan. Dan yang paling penting, setelah seluruh perbedaan politik selesai, kita tetap memiliki tugas yang sama untuk mengabdi kepada rakyat dan membangun Indonesia.

Inilah wajah demokrasi yang seharusnya terus kita bangun. Demokrasi yang memberikan ruang bagi perbedaan, tetapi tetap menjaga persatuan; demokrasi yang memungkinkan kritik, tetapi tetap menjunjung persahabatan; dan demokrasi yang menjadikan kekuasaan sebagai sarana pengabdian kepada rakyat.

Komentar (0)

Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.

Masuk atau daftar untuk bergabung dalam diskusi. Kami melindungi akun Anda dengan keamanan berlapis.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.