Pemerintah Terapkan One Way, Contra Flow, dan Ganjil-Genap Saat Mudik Lebaran 2026

6 Mar 2026101TTemon
Pemerintah melalui berbagai instansi terkait telah menyiapkan langkah antisipatif dengan menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way (satu arah), contra flow, serta ganjil-genap di sejumlah ruas tol utama.
Pemerintah melalui berbagai instansi terkait telah menyiapkan langkah antisipatif dengan menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way (satu arah), contra flow, serta ganjil-genap di sejumlah ruas tol utama.

Pemerintah menetapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way), contra flow, serta ganjil-genap di sejumlah ruas tol utama selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan yang diperkirakan meningkat signifikan menjelang Hari Raya.

Pengaturan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan serta Penyeberangan selama masa Angkutan Lebaran 2026/1447 Hijriah. Informasi ini disampaikan melalui keterangan resmi Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.

Pada periode arus mudik, sistem one way akan diberlakukan dari KM 70 ruas Tol Jakarta–Cikampek hingga KM 421 ruas Tol Semarang–Solo. Sebelum penerapan, petugas akan melakukan penutupan akses masuk serta pembersihan jalur dan rest area pada 17 Maret 2026 pukul 10.00 hingga 12.00 WIB. Sistem one way kemudian mulai berlaku pada hari yang sama pukul 12.00 WIB dan berakhir pada 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.

Sementara itu, pada arus balik Lebaran, sistem satu arah akan diberlakukan dengan arah sebaliknya, yaitu dari KM 421 Tol Semarang–Solo menuju KM 70 Tol Jakarta–Cikampek. Penutupan akses dan pembersihan jalur dijadwalkan pada 23 Maret 2026 pukul 10.00 hingga 12.00 WIB. Sistem one way arus balik dimulai pukul 12.00 WIB dan berakhir pada 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.

Selain sistem satu arah, pemerintah juga menyiapkan skema contra flow untuk mengurai kepadatan lalu lintas di beberapa titik rawan. Di Tol Jakarta–Cikampek, contra flow akan diterapkan pada KM 47 hingga KM 70 pada beberapa periode, yakni 17 Maret pukul 14.00 WIB hingga 20 Maret pukul 24.00 WIB, kemudian 21 Maret pukul 12.00 hingga 20.00 WIB, serta 22 Maret pukul 09.00 hingga 18.00 WIB. Skema ini juga kembali diterapkan pada 23 Maret pukul 14.00 WIB hingga 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.

Sementara itu, contra flow di Tol Jagorawi akan diberlakukan dari KM 21 hingga KM 8 pada 24 Maret 2026 dan 29 Maret 2026, masing-masing pada pukul 14.00 hingga 19.00 WIB.

Pemerintah juga menerapkan sistem ganjil-genap untuk mengendalikan volume kendaraan yang melintas di jalur mudik. Kebijakan ini berlaku di ruas Tol Karawang Barat KM 47 hingga Kalikangkung KM 414, serta Tol Tangerang–Merak KM 31 hingga KM 98, termasuk arah sebaliknya. Penerapan ganjil-genap mengikuti jadwal sistem one way, baik pada arus mudik maupun arus balik.

Dengan adanya rekayasa lalu lintas tersebut, pemerintah berharap arus perjalanan masyarakat selama mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih tertib dan lancar.

Komentar (0)

Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.

Masuk atau daftar untuk bergabung dalam diskusi. Kami melindungi akun Anda dengan keamanan berlapis.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.