Pemerintah Perketat Pengawasan Pangan Jelang Dampak El Nino

8 Apr 2026105TTemon
pemerintah tidak hanya fokus pada pengendalian harga, tetapi juga memastikan ketersediaan pangan tetap aman.
pemerintah tidak hanya fokus pada pengendalian harga, tetapi juga memastikan ketersediaan pangan tetap aman.

Pemerintah Indonesia memperketat pengawasan harga dan pasokan pangan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak fenomena El Nino yang diperkirakan memicu musim kemarau dalam beberapa bulan ke depan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa pemerintah akan mengawasi pergerakan harga, terutama untuk komoditas strategis seperti kedelai. Ia juga mengimbau para importir agar tidak menaikkan harga secara berlebihan dan tetap mempertimbangkan kondisi masyarakat.

Selain pengendalian harga, pemerintah memastikan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman. Cadangan beras pemerintah dilaporkan telah mencapai sekitar 4,6 juta ton per awal April 2026, dan diproyeksikan meningkat hingga 5 juta ton dalam waktu dekat. Jumlah tersebut disebut sebagai salah satu yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Secara keseluruhan, total potensi ketersediaan pangan nasional—yang mencakup stok, hasil panen, dan sektor terkait—diperkirakan mencapai sekitar 28 juta ton. Angka ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam 10 hingga 11 bulan ke depan, termasuk selama periode musim kemarau akibat El Nino.

Pemerintah juga memproyeksikan surplus pada sejumlah komoditas pangan strategis hingga Mei 2026. Di antaranya jagung, gula konsumsi, telur ayam, dan daging ayam, dengan selisih produksi yang lebih tinggi dibandingkan kebutuhan domestik.

Dari sisi harga, sejumlah komoditas pangan dilaporkan relatif stabil pasca periode Ramadhan dan Idul Fitri. Beberapa harga bahkan tercatat berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP). Sementara itu, inflasi pangan pada Maret 2026 tercatat sebesar 1,58 persen.

Untuk menjaga produksi tetap optimal selama musim kemarau, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, seperti percepatan masa tanam, pengelolaan air irigasi, serta penyediaan alat dan mesin pertanian. Pemerintah daerah juga diminta melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan guna mengurangi risiko penurunan produksi.

Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah menargetkan stabilitas pasokan dan harga pangan tetap terjaga di tengah potensi tekanan akibat perubahan iklim dan dinamika global.

Komentar (0)

Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.

Masuk atau daftar untuk bergabung dalam diskusi. Kami melindungi akun Anda dengan keamanan berlapis.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.