
Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus mendorong percepatan pembangunan fasilitas Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai bagian dari strategi penanganan sampah nasional dan pengembangan energi terbarukan.
Kebijakan ini diperkuat melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 yang mengatur percepatan implementasi proyek PSEL di sejumlah wilayah. Pemerintah menargetkan pembangunan fasilitas tersebut di berbagai aglomerasi dengan fokus pada daerah perkotaan yang memiliki timbulan sampah tinggi.
Program PSEL dirancang untuk mengolah sampah dalam jumlah besar menjadi energi listrik, sekaligus mengurangi beban tempat pembuangan akhir. Dalam rencana jangka menengah, pemerintah menargetkan kapasitas pengolahan mencapai puluhan ribu ton sampah per hari.
Sejumlah proyek awal telah memasuki tahap implementasi, sementara proyek lainnya disiapkan untuk proses lelang dan konstruksi. Pemerintah juga menetapkan berbagai skema pendukung untuk memastikan kelancaran proyek, termasuk jaminan pasokan sampah sebagai bahan baku utama.
Untuk menarik investasi, pemerintah menyediakan sejumlah insentif, seperti penetapan harga beli listrik dalam jangka panjang, percepatan proses perizinan, serta dukungan fiskal bagi pengembangan teknologi pengolahan sampah.
Selain itu, pemerintah melakukan penyederhanaan birokrasi guna mempercepat realisasi proyek. Proses perizinan yang sebelumnya memerlukan waktu cukup lama kini dipangkas secara signifikan untuk meningkatkan efisiensi pelaksanaan di lapangan.
Melalui program ini, pemerintah berharap pengelolaan sampah di Indonesia dapat dilakukan secara lebih modern dan terintegrasi, sekaligus berkontribusi terhadap penyediaan energi bersih di masa depan.
Pemerintah menyatakan akan terus memperluas cakupan pembangunan PSEL ke wilayah lain secara bertahap guna mencapai target nasional dalam beberapa tahun mendatang.
Komentar (0)
Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.
