
Pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang terus dipercepat menjelang Idul Fitri. Upaya ini dilakukan untuk memastikan masyarakat yang terdampak bencana dapat segera menempati tempat tinggal yang lebih layak dan aman.
Di lapangan, berbagai pihak terlibat dalam proses pembangunan tersebut. Personel dari Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Polsek Kejuruan Muda melakukan peninjauan sekaligus pengamanan di lokasi pembangunan huntara dan huntap di Kecamatan Kejuruan Muda.
Sementara itu, anggota Tentara Nasional Indonesia turut membantu proses pembangunan di Desa Rantau Pauh. Sejumlah personel terlihat mengangkut pasir menggunakan gerobak dorong untuk dipindahkan ke lantai bangunan huntara. Pasir tersebut akan digunakan sebagai bahan campuran semen dan batu untuk memperkuat struktur bangunan.
Di lokasi pembangunan tampak deretan bangunan semi permanen yang disiapkan sebagai hunian sementara bagi masyarakat yang terdampak banjir bandang. Pembangunan ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan kondisi masyarakat pascabencana.
Hingga 8 Maret 2026, pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana bersama lintas kementerian dan lembaga terkait telah membangun 1.771 unit huntara yang tersebar di 25 lokasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.339 kepala keluarga telah menempati hunian yang dilengkapi fasilitas penunjang.
Selain unit hunian, pemerintah juga menyediakan fasilitas dasar seperti akses air bersih dan listrik secara gratis untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.
Komentar (0)
Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.
