Masalah Dunia Datang, Prabowo Maju Duluan

3 Mar 202640TTemon
Presiden Prabowo Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan jalur diplomasi menyusul meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran
Presiden Prabowo Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan jalur diplomasi menyusul meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran

Pemerintah Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan jalur diplomasi menyusul meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Melalui pernyataan resmi yang diunggah di akun X, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta penyelesaian perbedaan melalui cara damai.

Kemlu menyatakan, apabila disetujui oleh kedua belah pihak, Presiden Prabowo Subianto bersedia bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi antara Amerika Serikat dan Iran.

Serangan AS–Israel ke Iran

Ketegangan meningkat setelah pada Sabtu (28/2/2026), Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Operasi tersebut merupakan yang kedua dilakukan pemerintahan Presiden AS Donald Trump sejak serangan pertama pada Juni 2025.

Trump menyatakan operasi militer tersebut bertujuan melindungi kepentingan Amerika Serikat dengan menghilangkan ancaman yang disebut berasal dari dugaan pengembangan senjata nuklir Iran.

Sebelumnya, AS dan Iran telah menggelar tiga putaran perundingan tidak langsung terkait program nuklir Iran yang dimediasi Oman. Perundingan berlangsung di Muscat dan Jenewa, dengan fokus pada pembatasan pengayaan dan persediaan uranium Iran sebagai imbalan pencabutan sanksi.

Imbauan bagi WNI

Kemlu mengingatkan bahwa eskalasi konflik berpotensi mengganggu stabilitas kawasan Timur Tengah serta keamanan global. Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah terdampak diimbau untuk tetap tenang, waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, serta menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat.

Dampak terhadap Energi Nasional

Perkembangan konflik juga menjadi perhatian pemerintah terkait dampaknya terhadap sektor energi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memenuhi panggilan Presiden di Istana Kepresidenan untuk membahas kondisi energi nasional di tengah situasi geopolitik tersebut.

Bahlil menyampaikan bahwa harga minyak mentah dunia, termasuk Brent, mulai menunjukkan kenaikan seiring memanasnya situasi di Timur Tengah. Selain itu, potensi gangguan distribusi minyak global, termasuk kemungkinan penutupan Selat Hormuz, turut menjadi perhatian.

Meski demikian, pemerintah memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional masih dalam kondisi aman dan belum terdapat dampak terhadap subsidi energi. Kementerian ESDM juga akan menggelar rapat bersama Dewan Energi Nasional (DEN) guna membahas langkah antisipatif untuk menjaga ketahanan pasokan energi dalam negeri.

Pemerintah menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi global serta mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas nasional.

Komentar (0)

Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.

Masuk atau daftar untuk bergabung dalam diskusi. Kami melindungi akun Anda dengan keamanan berlapis.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.