
Warga di tiga desa di Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo, akhirnya kembali terhubung setelah pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Tangkisan rampung. Jembatan ini menjadi akses penghubung penting setelah lebih dari lima tahun wilayah tersebut mengalami keterbatasan akses antar desa.
Jembatan tersebut menghubungkan Dukuh Tanjung Sari di Desa Tangkisan, Dukuh Sari Mulyo di Desa Majasto, serta Dukuh Tambak Rejo di Desa Tambak Boyo. Sebelum adanya jembatan, warga harus memutar sejauh 7 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 30 menit untuk mencapai wilayah yang sebenarnya berjarak dekat.
Sekretaris Desa Tangkisan, Haryono, mengatakan bahwa kondisi sebelumnya sangat menyulitkan aktivitas masyarakat. Warga yang hendak menuju pasar maupun berinteraksi dengan desa tetangga harus menempuh perjalanan yang lebih jauh.
“Untuk menuju Pasar Tublik, kami harus memutar dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Padahal jarak sebenarnya sangat dekat,” ujar Haryono, Kamis (23/4).
Ia menambahkan bahwa jembatan ini telah lama dinantikan oleh masyarakat, mengingat akses antarwilayah telah terputus selama bertahun-tahun.
Keberadaan jembatan ini dinilai sangat penting bagi berbagai sektor, terutama pertanian, pendidikan, dan aktivitas sosial. Banyak warga Desa Tambak Boyo yang memiliki lahan pertanian di seberang sungai, sehingga sebelumnya harus menempuh jarak lebih jauh untuk mencapainya.
Selain itu, akses pelajar menuju sekolah di wilayah Tawangsari juga menjadi lebih mudah. Sebelumnya, jarak tempuh yang panjang menjadi kendala bagi sebagian siswa.
Ketua RW 6 Desa Tangkisan, Purwadi, menyebut bahwa sebelum jembatan dibangun, aktivitas warga, khususnya petani dan pelajar, sangat terganggu akibat keterbatasan akses.
“Petani harus memutar hingga 4 sampai 6 kilometer untuk sampai ke lahan. Itu memakan waktu cukup lama,” jelasnya.
Dengan adanya Jembatan Perintis Garuda, warga kini dapat menghemat waktu perjalanan secara signifikan. Selain memperlancar mobilitas, jembatan ini juga diharapkan dapat mendorong peningkatan aktivitas ekonomi serta memperkuat hubungan sosial antarwarga di ketiga desa tersebut.
Komentar (0)
Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.
