Istana Terbuka untuk Rakyat, Presiden Prabowo Gelar Griya Idul Fitri 1447 H

27 Mar 202690TTemon
Halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta dipenuhi senyum dan haru pada Sabtu, 21 Maret 2026, saat Presiden Prabowo Subianto menggelar gelar griya (open house) Idulfitri 1447 Hijriah. Bagi ribuan warga yang hadir, momen tersebut bukan sekadar silaturahmi Lebaran, melainkan pengalaman langka yang membekas sepanjang hidup.
Halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta dipenuhi senyum dan haru pada Sabtu, 21 Maret 2026, saat Presiden Prabowo Subianto menggelar gelar griya (open house) Idulfitri 1447 Hijriah. Bagi ribuan warga yang hadir, momen tersebut bukan sekadar silaturahmi Lebaran, melainkan pengalaman langka yang membekas sepanjang hidup.

Presiden Prabowo Subianto menggelar acara gelar griya (open house) dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Istana Kepresidenan Jakarta pada Sabtu, 21 Maret 2026. Kegiatan tahun ini secara khusus diprioritaskan bagi masyarakat umum sebagai bentuk keterbukaan dan kebersamaan di hari raya.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden mengarahkan agar acara tidak mewajibkan kehadiran pejabat negara. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan ruang lebih luas kepada masyarakat sekaligus menghindari kesan seremoni yang berlebihan.

Sekitar 5.000 warga diperkirakan hadir dalam kegiatan tersebut. Pemerintah tidak memberlakukan pembatasan ketat, melainkan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk datang secara sukarela selama kapasitas memungkinkan.

Dalam suasana yang hangat, Presiden Prabowo tampak berkeliling menyapa dan menyalami warga yang hadir. Interaksi langsung tersebut menjadi momen istimewa bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang untuk pertama kalinya dapat mengunjungi Istana Kepresidenan.

Antusiasme warga terlihat dari berbagai kalangan, mulai dari pekerja informal, keluarga, hingga anak-anak. Banyak di antara mereka mengaku bahagia dan bangga dapat bertemu langsung dengan Presiden serta merasakan suasana Lebaran di lingkungan Istana.

Selain menerima masyarakat umum, Presiden juga dijadwalkan menerima kunjungan sejumlah tokoh nasional, termasuk Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden ke-7 Joko Widodo.

Penyelenggaraan gelar griya tahun ini tetap mengedepankan nilai kesederhanaan. Pemerintah juga mengimbau pejabat untuk mengurangi kegiatan serupa sebagai bentuk empati terhadap kondisi masyarakat di berbagai daerah.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antara pemimpin dan rakyat, sekaligus memperkuat nilai silaturahmi, kebersamaan, dan keterbukaan dalam suasana Hari Raya Idul Fitri.

Komentar (0)

Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.

Masuk atau daftar untuk bergabung dalam diskusi. Kami melindungi akun Anda dengan keamanan berlapis.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.