Indonesia Siapkan Spaceport di Biak, Gandeng Rusia Kembangkan Industri Antariksa

20 Apr 202689TTemon
Spaceport di Biak Disiapkan, RI Gandeng Rusia untuk Masuk Industri Roket Global
Spaceport di Biak Disiapkan, RI Gandeng Rusia untuk Masuk Industri Roket Global

Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan pembangunan fasilitas peluncuran roket (spaceport) di Biak sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi di industri antariksa global. Proyek ini dijajaki melalui kerja sama dengan Rusia yang memiliki pengalaman panjang dalam teknologi peluncuran roket.

Kepala BRIN, Arif Satria, menyampaikan bahwa pengembangan spaceport menjadi salah satu fokus Indonesia dalam kerja sama bilateral di bidang antariksa. Hal ini juga dibahas dalam rangkaian kegiatan internasional yang mempertemukan Indonesia dengan berbagai mitra strategis, termasuk lembaga antariksa Rusia, Roscosmos.

Menurut Arif, pembangunan fasilitas peluncuran di Biak merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun ekosistem antariksa nasional. Selain infrastruktur, Indonesia juga menargetkan penguatan kapasitas sumber daya manusia dan penguasaan teknologi peluncuran.

Dalam kerja sama ini, Rusia menawarkan pengalaman teknis melalui penggunaan roket Soyuz-2 yang telah digunakan untuk berbagai misi peluncuran satelit ke orbit rendah Bumi. Selain itu, Rusia juga tengah mengembangkan roket Soyuz-5 yang dirancang memiliki kapasitas angkut lebih besar, hingga sekitar 17 ton ke orbit rendah.

Lokasi Biak dipilih karena memiliki keunggulan geografis, terutama kedekatannya dengan garis khatulistiwa. Posisi ini dinilai ideal untuk peluncuran roket karena dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar dan memperluas opsi orbit, khususnya untuk satelit komunikasi.

Kerja sama Indonesia dan Rusia sebelumnya lebih banyak berfokus pada sektor pertahanan. Namun, perluasan ke bidang antariksa menunjukkan adanya diversifikasi kolaborasi ke sektor teknologi tinggi.

Pemerintah berharap pembangunan spaceport ini dapat mendorong pertumbuhan industri berbasis antariksa di dalam negeri, sekaligus membuka peluang Indonesia untuk berperan sebagai penyedia layanan peluncuran satelit di kawasan Asia-Pasifik.

Komentar (0)

Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.

Masuk atau daftar untuk bergabung dalam diskusi. Kami melindungi akun Anda dengan keamanan berlapis.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.