
Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Raja Abdullah II bin Al-Hussein di Jakarta, menandai babak baru penguatan hubungan Indonesia–Yordania. Kunjungan ini merupakan balasan atas lawatan Presiden Prabowo ke Amman pada April 2025 lalu, dan menjadi momentum penting untuk memperdalam kerja sama di bidang pertahanan, ekonomi, hingga kemanusiaan.
Dalam pertemuan di Istana Merdeka, kedua pemimpin membahas langkah konkrit untuk mengakselerasi kemitraan strategis yang telah dibangun selama beberapa tahun terakhir. Sejumlah dokumen kerjasama ditandatangani dan diperbarui, termasuk penguatan kolaborasi keamanan, pertukaran informasi, serta koordinasi kemanusiaan terkait Gaza.
Perkuat Pertahanan dan Keamanan Regional
Indonesia dan Yordania sepakat meningkatkan kerja sama pertahanan melalui latihan, pertukaran pengalaman militer, serta mekanisme konsultasi yang lebih terstruktur. Sebagai negara dengan pengalaman panjang dalam dinamika keamanan Timur Tengah, Yordania dinilai menjadi mitra kunci bagi Indonesia dalam peningkatan kapasitas keamanan maritim dan kontra-teror.
Peluang Ekonomi, Perdagangan, dan Investasi
Di bidang ekonomi, kedua negara membuka jalan untuk memperluas perdagangan dan investasi dua arah. Yordania menawarkan akses pasar ke kawasan Timur Tengah, sementara Indonesia mendorong peluang investasi melalui Danantara Indonesia (sovereign wealth fund), khususnya di sektor pangan, manufaktur, logistik, dan agrifood.
Kedua pemimpin optimistis kerja sama ini memperkuat ketahanan ekonomi domestik sekaligus memperluas jejaring global pelaku usaha Indonesia.
Koordinasi Kemanusiaan untuk Gaza
Isu kemanusiaan turut menjadi fokus utama. Indonesia dan Yordania meningkatkan koordinasi bantuan serta pertukaran informasi untuk memastikan dukungan yang lebih terarah bagi rakyat Gaza. Kerja sama ini memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu penggerak diplomasi perdamaian antara Indo-Pasifik dan Timur Tengah.
Dorong Pendidikan, SDM, dan Riset Lintas Negara
Kunjungan kali ini juga menindaklanjuti tiga MoU yang ditandatangani di Amman pada April 2025 meliputi sektor pertanian, pendidikan, dan urusan keagamaan. Kedua negara sepakat memperluas program beasiswa, pertukaran akademik, dan riset, membuka kesempatan lebih luas bagi pelajar serta lembaga riset di Indonesia.
Manfaat Langsung bagi Masyarakat
Penguatan hubungan Indonesia–Yordania diproyeksikan memberi dampak positif dalam jangka pendek hingga menengah, antara lain:
Keamanan lebih siap melalui latihan bersama dan information sharing.
Akses pasar baru untuk ekspor Indonesia ke Timur Tengah.
Peluang investasi yang mendukung proyek prioritas nasional seperti pangan, kesehatan, dan logistik.
Kesempatan beasiswa dan riset yang semakin luas bagi mahasiswa dan akademisi Indonesia.
Kemitraan Dua Negara Semakin Solid
Kunjungan Raja Abdullah II menjadi tonggak peningkatan hubungan kedua negara menuju kemitraan strategis yang lebih komprehensif. Dengan kerja sama yang mencakup pertahanan, kemanusiaan, ekonomi, dan pendidikan, Indonesia dan Yordania memperkuat peran masing-masing dalam menciptakan kawasan yang lebih stabil, sejahtera, dan damai.
Komentar (0)
Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.
