Heboh Motor Mogok Massal? Pakar UGM: Bukan Gara-Gara Etanol!

images (13)

Pakar energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, menegaskan bahwa isu motor mogok massal di sejumlah daerah di Jawa Timur bukan disebabkan oleh penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang dicampur etanol seperti yang ramai dituding di media sosial.

Menurut Fahmy, hingga saat ini campuran etanol 10 persen (E10) belum digunakan dalam produk Pertalite. Ia menjelaskan bahwa program pencampuran etanol baru diterapkan pada Pertamax Green (E5), yakni campuran etanol 5 persen yang menjadi bagian dari rencana pemerintah menuju energi bersih dan ramah lingkungan.

“Belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan pencampuran etanol menyebabkan kerusakan mesin atau mogok massal. Dugaan seperti itu harus dibuktikan melalui uji laboratorium resmi,” ujar Fahmy dalam keterangannya, Sabtu (1/11).

Fahmy juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan isu yang beredar tanpa dasar ilmiah. Ia menilai, isu tersebut bisa saja dimainkan oleh pihak-pihak tertentu yang merasa terganggu dengan kebijakan transisi energi.

“Kalau tidak segera diluruskan, isu ini bisa menurunkan kepercayaan publik terhadap BBM bersubsidi dan program energi hijau nasional,” lanjutnya.

Ia mendorong pemerintah dan Pertamina untuk segera memberikan penjelasan resmi dan melakukan investigasi cepat terhadap laporan di lapangan. Transparansi hasil uji laboratorium dinilai penting agar masyarakat memperoleh kepastian dan tidak terjebak dalam spekulasi.

Program campuran etanol dalam BBM merupakan salah satu langkah strategis Indonesia dalam mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil serta mendukung komitmen transisi menuju energi terbarukan.

IMG 20250329 235412

 

Komentar (0)

Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.

Masuk atau daftar untuk bergabung dalam diskusi. Kami melindungi akun Anda dengan keamanan berlapis.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.