
Kabar duka kembali menyelimuti Indonesia. Salah satu prajurit terbaik bangsa, Kopral Rico Pramudia, yang tergabung dalam misi perdamaian UNIFIL, dinyatakan gugur pada Jumat (24/4) setelah hampir satu bulan berjuang melawan luka berat di rumah sakit Beirut.
Dalam pernyataan resminya, UNIFIL menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya prajurit berusia 31 tahun tersebut. Kopral Rico mengembuskan napas terakhir akibat luka serius yang dideritanya saat menjalankan tugas.
Sebelumnya, Rico mengalami luka berat setelah terkena ledakan proyektil artileri di wilayah Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3). Insiden tragis itu juga merenggut nyawa rekannya, Praka Farizal, yang sama-sama tergabung dalam Kompi C UNP 7-1, Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL.
UNIFIL turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan, rekan-rekan sesama prajurit, serta kepada TNI, pemerintah, dan seluruh rakyat Indonesia atas kehilangan yang menyedihkan ini.
Kepergian Kopral Rico menambah daftar panjang prajurit Indonesia yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon. Sebelumnya, tiga nama telah lebih dahulu berpulang: Praka Farizal Romadhon, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar.
Mereka gugur dalam situasi meningkatnya konflik antara Israel Defense Forces dan Hezbollah di Lebanon—sebuah pengorbanan yang menjadi bukti nyata dedikasi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.
Komentar (0)
Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.
