
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan alokasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 tidak mengganggu pagu anggaran kementerian lain, baik di sektor kesehatan maupun pendidikan.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa anggaran sebesar Rp24 triliun untuk kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita masuk dalam rincian output fungsi kesehatan. Ia menegaskan, alokasi tersebut tidak mengurangi anggaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
“Ada anggaran BGN sebesar Rp24 triliun masuk dalam fungsi kesehatan, tetapi tidak mengganggu anggaran Kemenkes. Terbukti dari anggaran Kemenkes dari tahun ke tahun naik, meskipun ada Rp24 triliun untuk tahun 2026 ini fungsi kesehatan yang dilakukan oleh BGN,” ujar Dadan dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (1/3/2026).
Selain sektor kesehatan, alokasi MBG untuk kelompok anak sekolah, termasuk santri dan sekolah keagamaan, dicatat dalam fungsi pendidikan. Total anggaran fungsi pendidikan pada 2026 mencapai Rp223 triliun.
Menurut Dadan, alokasi tersebut tidak mengurangi anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) maupun Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Ia menyebut anggaran kedua kementerian tersebut tetap meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
BGN juga memastikan transfer pusat ke daerah untuk tunjangan guru tidak terdampak. Bahkan, alokasi untuk tunjangan guru disebut meningkat hampir 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, program Revitalisasi Satuan Pendidikan pada 2026 tetap dilanjutkan dan diperluas. Pemerintah menyiapkan Rp14 triliun dari APBN untuk merevitalisasi 11.474 satuan pendidikan.
Selain itu, Prabowo Subianto berencana menambah anggaran revitalisasi untuk 60 ribu satuan pendidikan.
BGN menegaskan bahwa pengalokasian anggaran MBG dilakukan dalam kerangka fungsi anggaran nasional, sehingga tidak memangkas pagu kementerian terkait dan tetap menjaga peningkatan anggaran di sektor kesehatan dan pendidikan.
Komentar (0)
Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.
