Azis Subekti: Satgas Pemulihan Pascabencana Harus Jadi Mesin Kerja Nyata

16 Des 2025633Foto WidodoWidodo
WhatsApp Image 2025 12 16 at 00.47.37 (2) cropped

Bencana tidak menunggu rapat selesai. Air datang tanpa undangan, tanah bergerak tanpa permisi. Yang diuji bukan hanya alam, tetapi kesiapan dan ketangguhan kelembagaan negara.

Arahan Presiden Prabowo dalam rapat paripurna kabinet (15/12/2025) tentang masuknya negara ke fase rehabilitasi dan rekonstruksi melalui satgas atau badan khusus patut didukung penuh. Ini bukan sekadar wacana, melainkan arah kerja konkret agar pemulihan berjalan cepat, terkendali, dan terukur.

Tanggap darurat dan rehabilitasi-rekonstruksi ibarat sistem mesin. Jika gigi persneling pemulihan tidak segera masuk, energi hanya jadi dengung tanpa akselerasi. Inilah yang sering terjadi: riuh di awal, lambat di penyelesaian. Korban akhirnya menunggu terlalu lama.

Karena itu, satgas atau badan rehabilitasi dan rekonstruksi harus diposisikan sebagai mesin pemulihan, bukan sekadar tambahan lembaga. Ia harus bekerja dengan satu komando, satu data, satu target, dan satu ritme dari pusat hingga daerah.

Masalah terbesar pascabencana bukan hanya kebocoran anggaran, tetapi kebocoran waktu. Data berputar, kewenangan tarik-menarik, pengadaan lambat, laporan menumpuk tanpa dampak nyata. Jika ini dibiarkan, rehabilitasi hanya jadi rapat koordinasi tanpa hasil riil bagi warga.

Saya mendukung penuh arahan Presiden dengan prinsip kerja jelas dan cepat: satu pintu koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan pemda; satu basis data kerusakan dan kebutuhan yang terbuka; target waktu yang tegas untuk hunian, sekolah, dan layanan kesehatan; dampak ke warga sebagai ukuran keberhasilan; serta prinsip build back better agar pembangunan lebih tangguh dan tidak mengulang kerentanan lama.

Tantangan ke depan tidak ringan. Satgas ini harus menjawab kondisi riil di lapangan, termasuk wilayah pedalaman yang belum terjangkau. Kebutuhan mendesak saat ini meliputi distribusi air bersih, logistik pangan dan kebutuhan dasar, sanitasi darurat, pemulihan infrastruktur kota dan desa, tenaga kesehatan dan obat-obatan, listrik dan telekomunikasi, hunian sementara dengan dapur umum, serta ketersediaan bahan bakar yang kini langka dan mahal di sejumlah daerah, termasuk Aceh.

Presiden telah memberi arah. Kini saatnya semua pihak, terutama daerah, berani mengubah pola kerja, menutup kebocoran waktu, koordinasi, dan tanggung jawab. Jika satgas ini dibentuk dan dijalankan dengan benar, pemulihan tidak akan menjadi proyek, melainkan kerja negara yang nyata, cepat, dan benar-benar dirasakan rakyat.

 

 

Azis Subekti, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra

Komentar (0)

Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.

Masuk atau daftar untuk bergabung dalam diskusi. Kami melindungi akun Anda dengan keamanan berlapis.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.