Azis Subekti Ingatkan Bahaya Hoaks: Dari Fitnah Harta Soeharto di Swiss hingga Isu Ombudsman Tak Bisa Bayar Gaji

28 Nov 2025565Foto WidodoWidodo
WhatsApp Image 2025 11 26 at 14.22.29 cropped

Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti, kembali menegaskan dalam Rapat Komisi II DPR RI bahwa hoaks adalah ancaman serius bagi stabilitas informasi publik dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara.

Azis menyoroti dua contoh nyata bagaimana informasi palsu dapat menciptakan kegaduhan nasional bila dibiarkan.

Pertama, ia mengangkat kembali kasus fitnah lama yang menimpa Presiden ke-2 RI Soeharto, yang dituduh memiliki rekening korupsi di Swiss. Jurnalis Hedi Lugito yang saat itu melakukan pengecekan langsung ke Swiss menemukan fakta berbeda: Soeharto hanya transit untuk urusan review minyak, tidak ada rekening mencurigakan, dan tidak satu pun pejabat bank yang terkait dengan keluarga Presiden Soeharto. “Artinya, kabar itu murni hoaks,” tegas Azis.

 

Kedua, Azis mengklarifikasi isu terbaru bahwa Ombudsman RI disebut tidak mampu membayar gaji dan tunjangan karena efisiensi anggaran. Faktanya, kata Azis, gaji telah dibayarkan, tunjangan tidak bermasalah, dan seluruh mitra kerja Komisi II dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

Melihat pola penyebaran hoaks yang terus berulang, Azis Subekti meminta lembaga negara—termasuk Ombudsman—berada di garis terdepan untuk meng-counter hoaks, memberi penjelasan faktual, dan menjaga ruang informasi publik tetap bersih.

“Pemerintah, partai politik, dan seluruh masyarakat harus bahu-membahu menjaga kepercayaan publik dengan informasi yang benar,” ujarnya.

Azis juga mengajak publik untuk tidak tinggal diam. Hoaks tidak boleh dibiarkan karena dapat menurunkan kualitas demokrasi dan merusak reputasi lembaga negara.

Sedulur setuju hoaks seperti ini tidak boleh dibiarkan begitu saja? Monggo tulis pendapat panjenengan di kolom komentar.

#azissubekti #gerindra #fraksigerindradprri #dprri #komisi2 #lawanhoax #cekfakta #politikindonesia

Komentar (0)

Kami meninjau komentar untuk menjaga percakapan tetap sehat. Hindari membagikan informasi sensitif.

Masuk atau daftar untuk bergabung dalam diskusi. Kami melindungi akun Anda dengan keamanan berlapis.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.